More
    BerandaUncategorizedKembangkan AutoDry Boost, Mahasiswa ITS Juara 3 Pilmapres Diploma Nasional

    Kembangkan AutoDry Boost, Mahasiswa ITS Juara 3 Pilmapres Diploma Nasional

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 11 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ishmatu Aulia Rizky Kirana sukses meraih gelar Juara 3 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tingkat Diploma, Sabtu (10/8) lalu. Prestasi tersebut berhasil disabet setelah mengusung inovasi AutoDry Boost, yang menghadirkan jawaban atas tantangan besar para petani tembakau.

    Sebagai informasi, hingga kini para petani tembakau di Desa Sumberagung, Tuban masih mengandalkan metode pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada sinar matahari (sun & curing). Mengatasi hal itu, mahasiswi yang akrab disapa Aulia tersebut terdorong untuk menciptakan Autonomous Drying Acceleration System for Post-Harvest Processing yang didampingi oleh Ir Safira Firdaus Mujiyanti ST MT selaku dosen pembimbing.

    Aulia menjelaskan bahwa metode konvensional yang bergantung pada cuaca cenderung memakan waktu sekitar 6-12 hari pengeringan. Ketergantungan pada kondisi cuaca ini menyebabkan variabilitas mutu tembakau serta kerugian ekonomi hingga 30 persen. “Padahal, produksi tembakau di Indonesia tergolong tinggi, mencapai 238.800 ton pada tahun 2023 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),” jelas gadis asal Blitar tersebut.

    Dipaparkan Aulia, AutoDry Boost memanfaatkan teknologi berbasis hot air drying yang dilengkapi sistem kontrol otomatis secara terintegrasi. Aulia mengungkapkan bahwa alat pengering tersebut dilengkapi dengan blower heater untuk mendistribusikan udara panas secara merata. Selain itu, terdapat pula panel box control, serta tiga unit exhaust fan.

    Dalam prosesnya, daun tembakau segar ditaruh pada nampan (tray) dengan kapasitas total 100 kilogram di dalam drying chamber. Kelengkapan sensor RTD PT-100 berfungsi memantau kestabilan suhu dalam rentang optimum 69–71°C melalui mekanisme on-off control secara langsung. “Alat ini mengintegrasikan sensor load cell untuk mengukur penurunan massa guna mengestimasi penurunan kadar air hingga mencapai kondisi optimal,” terang Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Vokasi ITS tersebut.

    Inovasi ini menawarkan berbagai keunggulan teknis dan ekonomis. Aulia menerangkan bahwa penggunaan AutoDry Boost mampu memangkas waktu pengeringan secara drastis menjadi  2 sampai 3 jam per 100 kilogram. Sebagai alat yang tahan di segala cuaca, sistem yang dimiliki dirancang hemat ruang, terjangkau, serta mudah dioperasikan oleh petani.

    Secara teknis dan ekonomis, alat ini dapat menekan biaya operasional sebesar 54,8 persen. Selain itu, juga mampu mengurangi limbah busuk setiap panen hingga kurang lebih 30 persen. Terakhir, inovasi yang ditawarkan Aulia ini dapat meningkatkan total kapasitas produksi dari 1,5 ton menjadi 4 ton per musim. “Dampak ini diperkirakan juga berimbas pada kenaikan pendapatan bersih petani serta peningkatan kapasitas penjualan tembakau kering,” ungkap finalis Duta ITS 2025 itu.

    Kendati demikian, beberapa hambatan seperti terbatasnya adaptasi petani terhadap teknologi modern, modal investasi awal, dan ketergantungan energi fosil tetap diperhatikan. Karena itu, Aulia menawarkan solusi berupa pelatihan dan pendampingan teknis pengoperasian alat secara berkala.

    Selain itu, diberikan pula pembentukan skema pembiayaan kolaboratif bersama pemerintah desa. Perwakilan Mawapres Jawa Timur tingkat Diploma itu juga merencanakan pengembangan inovasi menuju penggunaan sumber energi ramah lingkungan. Dalam hal ini, Aulia turut menyusun peta jalan pengembangan bertahap.

    Pada tahun 2026, fokus ditujukan pada substitusi energi fosil ke energi terbarukan serta penambahan sensor load cell pada setiap nampan. Selanjutnya di tahun 2027, target bergeser ke penyesuaian standar mutu kadar air untuk komoditas pertanian lainnya. Terakhir, pada tahun 2028, proyek ini menargetkan replikasi terstruktur untuk memperluas dampak positif ke wilayah sentra pascapanen lainnya. Secara keseluruhan, AutoDry Boost terbukti efektif meningkatkan kualitas pascapanen tembakau dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDGs poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-12 perihal Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.(naf)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru