More
    BerandaUncategorizedGotong Royong Warga Sukorame Percantik Jalan Usaha Tani, Mobilitas Petani Kian Lancar

    Gotong Royong Warga Sukorame Percantik Jalan Usaha Tani, Mobilitas Petani Kian Lancar

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 12 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bagi Supardi (47), jalan lingkungan yang bersih dan tertata membuat mobilitas menuju lahan pertanian terasa lebih nyaman. Karena itu, ketika warga Dusun Sukorame, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, bergotong royong membersihkan sisi jalan sepanjang sekitar 900 meter, manfaatnya langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari.

    Supardi merupakan salah satu warga yang menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas pertanian. Jalan yang terbebas dari rumput liar, sampah, dan material yang mengganggu membuat perjalanan menuju lahan menjadi lebih nyaman.

    “Kalau pinggir jalan bersih, lewat jadi lebih nyaman. Kami sering menggunakan jalan ini untuk aktivitas ke lahan pertanian. Harapannya setelah dibersihkan, warga sama-sama menjaga supaya tetap bersih dan tidak kembali dipenuhi rumput atau sampah,” ujar Supardi, Kamis (13/8/2026).

    Kerja bakti dilakukan warga bersama Babinsa Sukosari Koramil 0821-13/Kunir, Serda Haris Purnomo, di wilayah RT 026/RW 008, Dusun Sukorame. Pembersihan menyasar sisi kanan dan kiri jalan dengan mengangkat rumput liar, sampah, serta material yang mengganggu lingkungan.

    Bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di sektor pertanian, akses jalan memiliki peran penting. Jalan yang tertata membantu mobilitas menuju lahan dan membuat perjalanan sehari-hari menjadi lebih nyaman.

    Serda Haris Purnomo mengatakan, kerja bakti tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kesadaran bahwa fasilitas yang digunakan bersama juga perlu dirawat secara bersama-sama.

    “Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari, jadi kebersihannya juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau dirawat bersama, lingkungan menjadi lebih nyaman dan manfaatnya bisa dirasakan semua warga,” ujarnya.

    Menurutnya, keterlibatan Babinsa sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan positif yang dilakukan bersama.

    Pembersihan sepanjang sekitar 900 meter tersebut tidak hanya membuat sisi jalan terlihat lebih tertata. Bagi warga seperti Supardi, lingkungan yang lebih bersih membantu menjaga kenyamanan akses yang digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian sehari-hari.

    Namun, kerja bakti bukanlah akhir dari upaya menjaga lingkungan. Setelah rumput dan sampah dibersihkan, kebiasaan untuk menjaga kebersihan menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat bertahan lebih lama.

    Di sinilah gotong royong memiliki arti yang lebih luas. Warga tidak hanya datang untuk menyelesaikan pekerjaan pada satu hari, tetapi juga membangun kesadaran bahwa jalan dan ruang lingkungan merupakan bagian dari fasilitas bersama.

    Bagi Supardi, menjaga akses tersebut berarti menjaga salah satu jalur yang mendukung aktivitasnya sehari-hari. Ketika jalan bersih dan tertata, perjalanan menuju lahan pertanian menjadi lebih nyaman dan aktivitas dapat dilakukan dengan lebih leluasa.

    Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa merawat lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Membersihkan rumput, mengangkat sampah, dan menyingkirkan material di sisi jalan mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya dirasakan oleh warga yang menggunakan akses tersebut setiap hari.

    Dari jalan sepanjang 900 meter di Dusun Sukorame, warga menunjukkan bahwa fasilitas lingkungan akan lebih bermanfaat ketika masyarakat ikut merasa memiliki dan bersedia merawatnya.

    Jalan bersih tidak datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kepedulian, dirawat melalui kebiasaan, dan memberi manfaat ketika dijaga bersama. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru