Surabaya 12 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi menutup Pameran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Tahun 2026 Gedung Balai Pemuda Surabaya pada Selasa (11/8).
Dalam sambutannya, Wagub Emil Dardak secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UM Surabaya serta seluruh sivitas akademika atas keberhasilan menyelenggarakan pameran yang produktif dan kaya akan nilai guna.
Bukan tanpa alasan, dari total 38 karya inovatif yang dipamerkan dalam pameran tersebut, 12 diantaranya tercatat telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual atau Hak Cipta Sederhana. Ditambah, pemilihan Balai Pemuda Surabaya juga sangat tepat untuk menyajikan serta mempromosikan karya-karya akademis secara transparan dan langsung di tengah-tengah masyarakat kota metropolis.
“Saya ucapkan selamat bahwa 12 karya sudah bisa meraih pengakuan hak cipta sederhana. Lalu yang 26 lainnya sedang proses untuk memperoleh paten. Jadi ini proses yang memang harus diikuti dengan paten,” ucap Emil Dardak.
Di depan para mahasiswa dan dosen pembimbing, Wagub Emil mengingatkan bahwa perjalanan dari sebuah rancangan prototipe awal hingga menjadi produk komersial yang dijual massal memerlukan napas panjang dan konsistensi.
Ia menekankan bahwa tidak semua inovasi akan berhasil menembus pasar, jika tidak ada pemangku kepentingan yang bersedia mengawal proses transisi ini. Maka karya-karya hebat mahasiswa dipastikan hanya akan berakhir di ajang pameran atau bazar tanpa pernah termanfaatkan secara nyata oleh rakyat.
“Nah, tetapi memang tentunya kita berharap bahwa semua stakeholders bisa terlibat dalam memberdayakan karya-karya mahasiswa,” harapnya.
Untuk itu, ia kembali menekankan komitmen Pemprov Jatim untuk terus mendorong pembagian peran yang konkret dengan memberikan kesempatan luas bagi produk-produk hasil KKN untuk diuji coba secara komprehensif di lapangan.
“Harapannya jangan berhenti di sini. Harus kita kawal terus bareng-bareng. Siapa tahu suatu saat, produk itu sudah tersedia di e-katalog. Dan itu adalah berawal dari KKN-nya Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ucapnya optimis.
Untuk memperkuat ekosistem riset terintegrasi, Pemprov Jatim disebutnya kini telah mengoperasikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). BRIDA bertugas khusus menggalang seluruh potensi riset di daerah serta mengolaborasikannya dengan perguruan tinggi, mengingat penguatan ekosistem inovasi nasional tidak akan pernah cukup jika hanya menggantungkan pada pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Untuk itu, Emil Dardak juga menyampaikan terima kasih atas peran aktif kampus dalam menghasilkan produk riset dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian target Indonesia sebagai negara berbasis inovasi dan teknologi terdepan.
Salah satu contoh konkret hasil riset KKN UM Surabaya yang diapresiasi adalah pengolahan limbah pertanian berupa bonggol jagung dan sekam padi menjadi biochar. Dimana asam cair dari proses pengolahannya dimanfaatkan secara efektif sebagai pestisida organik yang ramah lingkungan.
“Bahkan alat itu sudah diminati oleh warga di kecamatan lumbang Probolinggo. Nah, itu bisa kita support,” ujarnya.
Di akhir, Wagub Emil berpesan agar para mahasiswa UM Surabaya tidak cepat berpuas diri dan pantang berhenti bertransformasi setelah kegiatan KKN usai. Ia juga mengajak seluruh perguruan tinggi untuk terus menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium hidup dalam menciptakan karya-karya nyata yang mampu menjawab secara langsung tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Expo ini penting. Meskipun ada keterbatasan waktu, tetapi saya pastikan bahwa ke-38 karya itu saya mohon datanya. Kita akan sangat tertarik untuk bisa melihat perjalanan 38 karya ini ke depannya,” pesan Emil Dardak.
“Terus jadikanlah Jawa Timur sebagai living laboratory untuk karya-karya nyata bagi masa depan,” pungkasnya. (her)
