More
    BerandaEkonomiPariwisata Dorong Ekonomi Desa Ketapanrame, BUMDes Raup Omzet Miliaran

    Pariwisata Dorong Ekonomi Desa Ketapanrame, BUMDes Raup Omzet Miliaran

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Mojokerto, 19 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), aktivitas wisata mampu menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.

    Kepala Desa Ketapanrame, H. Zainul Arifin, S.E., mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu unit usaha yang memberikan kontribusi terbesar bagi BUMDes dibandingkan sejumlah unit usaha lainnya.

    Hal tersebut disampaikan Zainul kepada Tim Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026, Selasa (18/8/2026).

    “Desa Wisata Ketapanrame itu mencatatkan omzet yang cukup fantastis. Dari sektor pariwisata, khususnya melalui BUMDes, bisa menghasilkan omzet Rp2 miliar sampai Rp3 miliar,” kata Zainul.

    Menurut dia, kontribusi sektor pariwisata bahkan dapat mencapai sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar apabila dihitung bersama berbagai pola kemitraan dengan pelaku usaha yang berada di kawasan wisata.

    “Kalau dari pariwisata memang luar biasa. Itu mengungguli dari beberapa unit yang kami lakukan di sektor yang lain, air termasuk sampah, kemitraan. Yang paling banyak memang dari bidang wisata,” jelasnya.

    Zainul mengatakan, pendapatan tersebut tidak seluruhnya berasal dari tiket atau pengelolaan destinasi secara langsung. Sebagian juga berasal dari skema kerja sama dan pembagian hasil dengan para pelaku usaha maupun mitra yang terlibat dalam ekosistem pariwisata Ketapanrame.

    Ia menyebut, pada periode ketika kunjungan wisata berada dalam kondisi ramai, sekitar 2020 hingga 2023, omzet wisata rata-rata berada pada kisaran Rp2 miliar hingga Rp2,4 miliar.

    Dari omzet tersebut, kontribusi yang diterima BUMDes menurut Zainul berada di kisaran 60 persen.

    Namun, kondisi saat ini mengalami perubahan. Omzet sektor wisata Ketapanrame disebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

    “Saat ini omzet wisata kami memang agak menurun, mendapatkan Rp1,7 miliar per tahun,” ujarnya.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Desa Ketapanrame. Menurut Zainul, pariwisata merupakan sektor yang harus terus bergerak mengikuti perubahan selera dan kebutuhan wisatawan.

    Karena itu, pemerintah desa kini menyiapkan sejumlah inovasi untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kembali perputaran ekonomi masyarakat.

    “Ini yang perlu kami perbaiki. Apa yang perlu kami tambahkan inovasi lagi sehingga harapannya nanti sektor industri wisata ini tidak semakin menurun, tapi bisa berkembang dan lebih baik lagi,” katanya.

    Zainul menilai pengembangan wisata harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, penguatan BUMDes tidak hanya diarahkan pada peningkatan omzet, tetapi juga bagaimana aktivitas wisata dapat menciptakan peluang usaha bagi warga.

    Konsep tersebut sejalan dengan pola pengembangan Ketapanrame yang memanfaatkan potensi desa dan menghubungkannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengelolaan destinasi seperti Wisata Sawah Sumber Gempong juga telah melibatkan warga melalui berbagai aktivitas ekonomi.

    Ke depan, Pemerintah Desa Ketapanrame akan terus melakukan inovasi agar sektor pariwisata kembali tumbuh dan mampu menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan. (jal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru