More
    BerandaOlahragaKejurkab Catur Lumajang 2026: Wadah Strategi, Kesabaran, dan Pengambilan Keputusan Generasi Muda

    Kejurkab Catur Lumajang 2026: Wadah Strategi, Kesabaran, dan Pengambilan Keputusan Generasi Muda

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 19 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Papan catur menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda Lumajang untuk belajar berpikir strategis, melatih kesabaran, sekaligus menguji kemampuan mengambil keputusan. Semangat pembinaan tersebut akan kembali hadir melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur Lumajang yang digelar Minggu, 30 Agustus 2026 nanti.

    Kejuaraan yang diselenggarakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Lumajang itu tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga diarahkan sebagai ruang penjaringan dan pembinaan pecatur potensial dari berbagai kelompok usia.

    Ketua Percasi Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan Kejurkab menjadi agenda rutin untuk memetakan potensi atlet sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada pecatur sejak usia dini.

    “Kejurkab ini menjadi agenda rutin Percasi Lumajang untuk menemukan bibit atlet catur, terutama sebagai persiapan menghadapi Popda 2026 dan Porprov 2027,” katanya, Selasa (18/8/2026).

    Menurut Agus, kompetisi berjenjang penting dalam membangun regenerasi atlet. Pertandingan memberikan kesempatan kepada pecatur untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan secara sportif.

    “Melalui agenda tersebut, kami berharap muncul pecatur-pecatur muda yang memiliki kemampuan dan mental bertanding untuk dipersiapkan menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Kejurkab Catur Lumajang akan berlangsung di Gedung Sudjono Lumajang mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pertandingan menggunakan sistem catur cepat dengan kontrol waktu 15 menit dan tambahan 5 detik pada setiap langkah atau 15+5.

    Peserta akan dibagi dalam lima kelompok usia, yakni U-9, U-12, U-15, U-18, dan senior. Pembagian ini memberikan ruang bagi pecatur usia dini hingga dewasa untuk bertanding sesuai jenjangnya sekaligus membuka peluang bagi atlet muda yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

    Bagi masyarakat, khususnya orang tua yang ingin mengenalkan olahraga kepada anak, catur memiliki nilai pembelajaran yang cukup luas. Selain kemampuan teknis permainan, anak dilatih berkonsentrasi, menyusun strategi, mempertimbangkan risiko, menghormati lawan, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

    Kejurkab juga menyediakan hadiah dengan total mencapai Rp6,5 juta. Pada kategori U-9, U-12, U-15, dan U-18, juara pertama hingga keenam masing-masing mendapatkan hadiah Rp1 juta untuk setiap kategori.

    Sementara kategori senior menyediakan hadiah secara berjenjang, mulai dari Rp500 ribu untuk juara pertama, Rp300 ribu untuk juara kedua, Rp200 ribu untuk juara ketiga, Rp150 ribu untuk juara keempat, Rp100 ribu untuk juara kelima hingga kesepuluh, serta Rp75 ribu untuk juara ke-11 hingga ke-20.

    Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp20 ribu. Panitia menyediakan makanan ringan dan air mineral selama kegiatan.

    Untuk mengikuti kejuaraan, peserta wajib membawa identitas berupa Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), atau kartu pelajar. Peserta juga diwajibkan mengenakan sepatu dan pakaian rapi serta membawa papan catur dan jam catur masing-masing.

    Pendaftaran dibuka hingga maksimal dua hari sebelum pelaksanaan. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Ali di nomor 0895-1443-7335.

    Melalui kompetisi yang mempertemukan pecatur dari berbagai kelompok usia tersebut, Percasi Lumajang ingin membangun proses pembinaan yang berkelanjutan. Atlet tidak hanya dipersiapkan untuk mengejar prestasi dalam satu pertandingan, tetapi diarahkan tumbuh melalui pengalaman kompetisi yang konsisten.

    Kejurkab ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Dari papan catur, proses regenerasi atlet Lumajang diharapkan terus tumbuh hingga mampu membawa prestasi daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

    Pada akhirnya, nilai penting dari Kejurkab bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, ajang ini membuka kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk menemukan minat, mengembangkan kemampuan, serta belajar bahwa prestasi lahir dari latihan, ketekunan, sportivitas, dan keberanian untuk terus mencoba. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru