More
    BerandaUncategorizedApresiasi Langkah Pemkot Surabaya, Perkuat Pencegahan Dini melalui SPARTA

    Apresiasi Langkah Pemkot Surabaya, Perkuat Pencegahan Dini melalui SPARTA

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 22 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Saya mengapresiasi langkah tegas Pemerintah Kota Surabaya dalam merespons kasus kekerasan terhadap anak, termasuk penutupan panti asuhan yang tidak berizin, penyiapan rumah aman, pendampingan psikologis dan hukum bagi korban, serta instruksi untuk melakukan verifikasi dan pendataan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya. Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir dan keselamatan anak harus menjadi prioritas.

    Namun, ke depan kita membutuhkan satu langkah yang lebih kuat: memperbesar investasi pada pencegahan dini.

    Kekerasan terhadap anak sering kali tidak muncul secara tiba-tiba. Ada tanda-tanda yang sebenarnya dapat dikenali sejak awal: anak yang berubah perilakunya, menarik diri, mengalami tekanan di keluarga, berada dalam pengasuhan yang tidak layak, atau hidup di lingkungan yang tidak memiliki mekanisme pengawasan.

    Karena itu, perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika kasus sudah terjadi. Sistem perlindungan harus diturunkan sampai ke lingkungan terkecil tempat anak hidup: keluarga, tetangga, dan RT.

    Surabaya sebenarnya memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk itu. Semangat kampung, gotong royong, keberadaan RT/RW, kader, sekolah, SOTH, layanan perlindungan anak, serta berbagai perangkat sosial yang sudah dibangun Pemkot merupakan ekosistem yang sangat berharga. Pemkot sendiri telah menekankan pentingnya kebersamaan warga dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Modal tersebut perlu dikonsolidasikan melalui SPARTA — Sistem Perlindungan Anak Tingkat RT.

    SPARTA bukan lembaga baru yang menambah birokrasi. SPARTA adalah cara mengintegrasikan kekuatan yang sudah ada agar setiap RT memiliki kemampuan mendeteksi, mencegah, merespons dan merujuk persoalan anak secara cepat.

    Minimal setiap RT memiliki:

    1. Pemetaan anak dan keluarga rentan, tanpa memberi stigma kepada keluarga.
    2. Satu atau beberapa mentor perlindungan anak yang memahami tanda-tanda kekerasan dan risiko pada anak.
    3. Saluran pelaporan yang aman dan mudah, terutama bagi anak.
    4. Sistem rujukan cepat ke kelurahan, DP3A-PPKB, psikolog, pekerja sosial, kepolisian atau layanan terkait.
    5. Edukasi rutin bagi orang tua dan warga tentang pengasuhan positif, kekerasan seksual, perundungan, keamanan digital dan hak anak.
    6. Pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi ruang kekerasan, termasuk panti, kos, kontrakan dan tempat pengasuhan anak.
    7. Forum anak di tingkat lingkungan, sehingga anak tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga memiliki ruang untuk bersuara.

    Dengan demikian, RT tidak berubah menjadi aparat penegak hukum. RT menjadi mata, telinga dan tangan pertama masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak.

    Saya kira inilah tahap berikutnya dari kebijakan perlindungan anak di Surabaya: dari responsif menjadi preventif, dari berbasis kasus menjadi berbasis risiko, dan dari perlindungan yang terpusat menjadi perlindungan berbasis komunitas.

    Rumah aman tetap penting. Penutupan lembaga yang tidak berizin juga penting. Tetapi cita-cita terbesar perlindungan anak adalah sebisa mungkin anak tidak pernah sampai membutuhkan rumah aman karena kekerasan sudah dapat dicegah sejak awal.

    Surabaya memiliki modal untuk menjadi kota yang bukan hanya cepat menangani korban, tetapi juga mampu mencegah lahirnya korban baru.

    Karena perlindungan anak sesungguhnya dimulai bukan ketika kasus terjadi, tetapi ketika lingkungan memilih untuk peduli.

    SPARTA: Satu RT, Satu Sistem Perlindungan Anak.

    M. Isa Ansori
    Pegiat Perlindungan Anak di LPA Jatim, Ketua Pusat Studi Perubahan Perilaku Anak dan Remaja ( Pusppar ) ICMI Jatim dan Koordinator Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak Indonesia

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru