Manggarai Timur, 25 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bantuan IKA UNAIR hadir dan Peduli Gempa Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat terdistribusi secara tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.
Hal tersebut ditegaskan Khofifah saat meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8).
Sekitar 100 kardus bantuan telah disiapkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan terdiri atas berbagai kebutuhan khusus perempuan, perlengkapan bayi, serta obat-obatan. Pemilihan jenis bantuan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan yang sering kali membutuhkan perhatian khusus dalam situasi tanggap darurat bencana.
Khofifah menegaskan, ketepatan sasaran harus menjadi prinsip utama dalam setiap penyaluran bantuan kemanusiaan. Menurutnya, banyaknya bantuan yang terkumpul tidak akan optimal apabila distribusinya tidak disertai pemetaan kebutuhan dan koordinasi yang baik di lapangan.
“Bantuan ini harus dipastikan tidak berhenti di titik pengumpulan atau serah terima. Yang paling penting adalah bagaimana bantuan dapat sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, terutama perempuan, bayi, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
Khofifah meminta proses distribusi dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. Pendekatan tersebut penting untuk mencegah terjadinya penumpukan bantuan di lokasi yang relatif mudah dijangkau, sementara masyarakat di wilayah dengan akses terbatas belum memperoleh dukungan yang memadai.
“Distribusi harus berdasarkan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai bantuan terkonsentrasi di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas justru belum mendapatkannya,” tegasnya.
Untuk memastikan proses tersebut berjalan efektif, Khofifah menyampaikan bahwa ketua IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus Neolaka sebagai guru besar di auniversitas Cendana telah berkordinasi dengan mahasiswa yang diturunkan ke daerah. Bahkan mereka bisa di kordinasikan door to door untuk mendistribusikan bantuan.
Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan perempuan dan bayi dalam situasi darurat. Menurutnya, kebutuhan kelompok tersebut sering kali berbeda dengan kebutuhan bantuan umum sehingga perlu dipastikan masuk dalam perencanaan distribusi sejak awal.
Maka dari itu, bantuan IKA UNAIR Peduli tidak hanya diarahkan pada kebutuhan umum, tetapi juga mencakup perlengkapan yang mendukung kebutuhan perempuan dan bayi selama berada dalam kondisi pascabencana.
“Kebutuhan perempuan dan bayi harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Mereka memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi agar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanannya tetap terjaga,” tuturnya.
Khofifah turut mengapresiasi seluruh alumni UNAIR, donatur, relawan, dan berbagai pihak yang telah bergotong royong menghimpun bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Menurutnya, gerakan tersebut menunjukkan bahwa ikatan alumni tidak hanya dibangun melalui hubungan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan.
“Solidaritas alumni harus diwujudkan dalam kerja nyata. Di mana pun masyarakat membutuhkan, IKA UNAIR harus berupaya hadir membawa kepedulian, harapan, dan manfaat,” katanya.
Khofifah menambahkan, solidaritas dan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana perlu dijaga tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga hingga memasuki fase pemulihan. Setelah kebutuhan mendesak terpenuhi, masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan mereka.
Ia pun meminta jajaran IKA UNAIR terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Evaluasi terhadap proses distribusi juga perlu dilakukan agar setiap bantuan lanjutan benar-benar disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Menurut Khofifah, pola distribusi berbasis kebutuhan akan membuat dukungan kemanusiaan lebih efektif sekaligus memperkuat sinergi antara alumni, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat setempat.
“Kita ingin sekitar 100 kardus bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT untuk bangkit dan pulih bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PW IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus AB Neolaka menyatakan bahwa saat ini beberapa dokter yang merupakan alumni UNAIR di Flores telah terlibat dalam penanganan bencana sejak tahap tanggap darurat. PW IKA UNAIR juga telah membentuk Posko Peduli IKA UNAIR untuk NTT.
“Bantuan dari Ketua Umum PP IKA UNAIR, Ibu Khofifah Indar Parawansa sangat membantu proses penanganan bencana, baik berupa bahan makanan, sandang, dan yang lebih khusus obat-obatan yang sangat diperlukan,” tambahnya. (her)
