Sidoarjo, 26 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026, mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Salah satunya melalui penyiapan sejumlah masjid, musala, serta kantor PCNU dan MWCNU yang diproyeksikan menjadi tempat ramah bagi para muktamirin.
Data yang dirilis Kantor Kementerian Agama Jombang dalam program Masjid dan Musholla Ramah Muktamirin menunjukkan kesiapan sejumlah titik layanan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jombang. Fasilitas tersebut antara lain menyediakan tempat menginap, area parkir, serta fasilitas pendukung bagi peserta dan tamu Muktamar NU ke-35.
Penyiapan lokasi tersebut terbagi dalam beberapa zona wilayah. Pada zona selatan tercatat 15 masjid/musala dan kantor MWCNU, sementara zona utara mencatat 32 titik. Di zona tengah terdapat 18 titik, zona timur sebanyak 23 titik, dan zona barat sebanyak 11 titik.
Sejumlah masjid bahkan memiliki kapasitas penginapan yang cukup besar. Di antaranya Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang yang berada di Zona Tengah memiliki kapasitas menginap hingga 300 orang dan area parkir 20 mobil. Kantor PCNU Jombang tercatat memiliki kapasitas menginap 100 orang dengan area parkir delapan mobil. Sementara Masjid Moeldoko di wilayah Bandar Kedungmulyo memiliki kapasitas menginap hingga 200 orang dengan area parkir 35 mobil.
Dihubungi hari ini, Rabu (26/8), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi kesiapan masyarakat dan pengurus masjid dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
“Penyiapan masjid dan musala sebagai tempat yang ramah bagi para muktamirin merupakan bentuk nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menyukseskan Muktamar NU ke-35. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan, persaudaraan, dan penguatan ukhuwah bagi para tamu yang datang ke Jombang,” ujar Kakanwil.
Menurutnya, semangat pelayanan kepada para muktamirin sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama. Kesiapan fasilitas ibadah dan tempat singgah juga diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta kemudahan bagi peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang. Semangat menerima, melayani, dan menghormati para muktamirin merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” imbuhnya.
Masjid dan Musholla Ramah Muktamirin tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Diwek, Gudo, Ngoro, Jogoroto, Mojowarno, Tembelang, Ploso, Kudu, Plandaan, Jombang, Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Megaluh, Perak, dan Bandar Kedungmulyo.
Kesiapan tersebut diharapkan menjadi bagian dari dukungan masyarakat Jombang dalam menyambut ribuan muktamirin dan tamu yang akan hadir. Dengan tersedianya titik-titik masjid dan musala ramah muktamirin, para peserta diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap tempat ibadah sekaligus fasilitas persinggahan selama berada di Kabupaten Jombang.
Kemenag Jawa Timur juga mendorong agar momentum Muktamar NU ke-35 tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi sekaligus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semoga pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan lancar, aman, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi umat serta masyarakat Jawa Timur. Kita ingin Jombang memberikan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” pungkas Bahtiar.(her)
