More
    BerandaUncategorizedKafilah Jawa Timur Mantapkan Kesiapan Menuju MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026

    Kafilah Jawa Timur Mantapkan Kesiapan Menuju MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 6 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kafilah Jawa Timur terus mematangkan kesiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang. Serangkaian seleksi, pembinaan, pelatihan dan evaluasi telah dilakukan secara bertahap sejak Maret hingga September sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan kafilah terbaik Jawa Timur.

    Ketua Pelaksana Pembinaan Calon Peserta Kafilah Jawa Timur, Dr. H. Moh. Arwani, M.Ag., M.HI., yang juga menjabat Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, mengatakan penutupan Pembinaan Tahap VIII menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan intensif sekaligus momentum untuk memastikan kesiapan peserta sebelum bertolak ke Semarang.

    “Pembinaan tahap kedelapan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pembinaan yang sudah kita laksanakan. Harapannya seluruh peserta benar-benar siap, bukan hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual,” ujar Arwani saat penutupan Pembinaan Tahap VIII Calon Peserta Kafilah Jawa Timur, Minggu (5/9/2026).

    Menurutnya, proses pembentukan kafilah Jawa Timur telah dimulai melalui seleksi yang dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 30 Maret–1 April dan 7–9 April 2026. Seleksi tersebut menyasar calon peserta yang memiliki rekam jejak prestasi serta kemampuan yang dinilai masih memenuhi standar untuk mengikuti cabang dan golongan yang diperlombakan.

    Pasca seleksi, pembinaan dilakukan melalui dua pola, yakni pembinaan titipan dan pembinaan kolektif. Pembinaan titipan terutama diberikan kepada peserta cabang Kaligrafi Al-Qur’an yang mengikuti program khusus selama satu bulan di Yogyakarta dan Jakarta.

    Peserta yang mengikuti pembinaan di Jakarta ditempatkan di Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur selama satu bulan, mulai 25 April hingga 25 Mei 2026. Sementara di Yogyakarta, peserta mendapatkan pembinaan khusus dari pembina yang memiliki kompetensi di bidang kaligrafi.

    Adapun pembinaan kolektif diikuti seluruh cabang dan dilaksanakan secara bertahap mulai tahap pertama hingga tahap kedelapan. Rangkaian pembinaan tersebut berlangsung sejak Mei hingga September 2026, termasuk melalui pembinaan bergiliran di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

    Memasuki pembinaan tahap keempat hingga kedelapan, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur menghadirkan pembina tingkat nasional. Kehadiran para pembina tersebut memberikan penguatan dari sisi teknik, pengalaman bertanding, standar penilaian, sekaligus evaluasi terhadap kemampuan masing-masing peserta.

    “Peserta mendapatkan banyak masukan dari para pembina, termasuk pembina tingkat nasional. Ini penting agar mereka mengetahui kekurangan masing-masing dan bisa melakukan perbaikan sebelum masuk arena musabaqah,” kata Arwani.

    Selain pembinaan yang difasilitasi LPTQ Jawa Timur, peserta juga melakukan latihan dan pembinaan secara mandiri. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen peserta untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga konsistensi latihan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

    Arwani menegaskan, pembinaan tidak semata diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta. Lebih dari itu, peserta juga dipersiapkan agar memiliki mental bertanding, memahami standar penilaian, mampu mengendalikan diri, serta tetap menjaga adab dan akhlakul karimah.

    “Yang kita persiapkan bukan hanya juara, tetapi juga peserta yang memiliki mental kuat, berakhlakul karimah dan mampu membawa nama baik Jawa Timur. Karena MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari syiar Al-Qur’an,” tegasnya.

    Setelah seluruh rangkaian pembinaan selesai, kafilah Jawa Timur dijadwalkan bertolak menuju Kota Semarang pada 11 September 2026 pukul 09.00 WIB untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026.

    Arwani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh perangkat daerah yang telah memberikan dukungan serta fasilitas selama proses persiapan kafilah.

    Ia berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan selama berbulan-bulan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk tampil maksimal di tingkat nasional.

    “Mewakili kafilah, official, pembina dan seluruh peserta, kami memohon doa restu masyarakat Jawa Timur. Semoga amanah dan kepercayaan yang dititipkan kepada kami dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Menurut Arwani, seluruh anggota kafilah juga telah berkomitmen untuk mengikuti MTQ Nasional dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga adab dan akhlakul karimah, serta membawa nama baik Jawa Timur.

    Berbagai persiapan lahiriah telah dilakukan secara maksimal melalui seleksi, pembinaan, pelatihan dan evaluasi. Namun, seluruh anggota kafilah menyadari bahwa keberhasilan pada akhirnya tetap berada dalam kehendak dan ridha Allah SWT.

    Karena itu, doa dan dukungan masyarakat Jawa Timur menjadi bagian penting dalam perjalanan kafilah, mulai dari keberangkatan menuju Semarang, pelaksanaan musabaqah, hingga seluruh rangkaian perlombaan selesai.

    Penutupan Pembinaan Tahap VIII tersebut selanjutnya dilakukan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Umum LPTQ Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula arahan dan motivasi kepada seluruh calon peserta kafilah sebagai bekal terakhir sebelum bertolak menuju MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang. (jal)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru