Banyuwangi, 6 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, sejak 3 September 2026 memicu pengerahan tim gabungan. Di tengah operasi penanganan yang masih berlangsung, TAGANA Kabupaten Banyuwangi mengoperasikan dapur umum selama 14 hari untuk menopang kebutuhan konsumsi personel di lapangan.
Bukan sekadar dukungan logistik, sebanyak 15 personel TAGANA dikerahkan untuk memastikan kebutuhan permakanan tim gabungan tetap terpenuhi selama operasi penanganan karhutla berlangsung. Dapur umum dipusatkan di Rest Area Jambu, Kecamatan Licin.
Koordinator TAGANA Banyuwangi, Dhedy Utomo, mengatakan dapur umum ditargetkan memproduksi 450 bungkus makanan setiap hari. Produksi dilakukan tiga kali sehari, dengan kapasitas 150 bungkus dalam setiap kali masak.
“Operasi dapur umum direncanakan selama 14 hari. Sehari tiga kali produksi, masing-masing 150 bungkus sekali masak, sehingga total 450 bungkus makanan per hari,” ujar Dhedy.
Dengan kapasitas tersebut, TAGANA diproyeksikan menyiapkan sedikitnya 6.300 bungkus makanan selama 14 hari untuk mendukung kebutuhan personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Kebakaran bermula dari titik api yang muncul pada 3 September 2026 di kawasan Gunung Ijen. Kondisi kemarau dan kekeringan diduga turut memperbesar potensi meluasnya kebakaran hingga kawasan hutan dan lahan di sekitar gunung.
Hingga 6 September 2026, penanganan masih dilakukan secara terpadu. Sejumlah unsur dikerahkan, di antaranya BPBD, Damkar, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan Licin, TAGANA dan relawan.

Selain pengerahan personel serta armada pemadam, pemerintah daerah juga mengusulkan dukungan water bombing untuk membantu penanganan titik api yang berada di kawasan dengan medan relatif sulit dijangkau.
Dalam laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang dilaporkan terdampak langsung. Tidak ada pula laporan kerusakan rumah penduduk.
Bagi TAGANA, dukungan melalui dapur umum menjadi bagian penting dalam operasi kemanusiaan. Ketika personel gabungan harus bekerja dalam kondisi medan dan cuaca yang menantang, ketersediaan makanan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dipastikan tetap berjalan.
Operasi dapur umum akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan penanganan di lapangan dan perkembangan situasi karhutla Gunung Ijen. (ful)
