Bojonegoro, 7 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menelusuri jejak sejarah Kabupaten Bojonegoro kini lebih mudah. Pemkab Bojonegoro memiliki Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark. Di PIG, pengunjung dapat melihat langsung berbagai koleksi batuan dan fosil, sekaligus mengenal proses geologi, sejarah minyak bumi, hingga kekayaan budaya yang menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro.
Anda bisa langsung datang ke PIG yang berada di Jalan Panglima Sudirman. Memasuki lantai satu, pengunjung akan mendapatkan pengenalan dasar mengenai geologi. Beragam materi disajikan melalui panel dan media edukasi, mulai dari struktur bumi, skala waktu geologi, teori tektonika lempeng, evolusi benua, hingga sejarah tektonik Jawa Timur.
Di lantai ini juga terdapat koleksi batuan yang berasal dari wilayah Bojonegoro. Secara litologi, Bojonegoro memiliki dua jenis batuan utama, yakni batuan beku dan batuan sedimen. Batuan sedimen menjadi salah satu koleksi penting karena banyak menyimpan fosil yang menjadi jejak kehidupan pada masa lalu.
Salah satu media edukasi yang menarik perhatian, terutama bagi pengunjung anak-anak, adalah sandbox berbahan pasir silika. Melalui media interaktif ini, pengunjung dapat belajar mengenai topografi sekaligus memahami bahwa bentang alam yang ada saat ini terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat panjang, bahkan hingga jutaan tahun.
Beranjak ke lantai dua, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi fosil yang ditemukan di wilayah Bojonegoro. Di antaranya fosil gajah purba Stegodon, termasuk mandibula atau rahang bawah yang menjadi salah satu temuan langka di Pulau Jawa.
Koleksi lainnya adalah fosil paus purba yang ditemukan di Bojonegoro pada 2023. Fosil yang ditemukan di aliran sungai tersebut menjadi salah satu bukti bahwa wilayah Bojonegoro dan Pulau Jawa pada masa lampau pernah menjadi lingkungan laut. Sejumlah fauna laut lain seperti kepiting, lobster, dan bulu babi juga ditemukan dan menjadi bagian dari jejak kehidupan masa lalu.
Selain fosil, lantai dua juga menghadirkan alat peraga pertambangan minyak yang membantu pengunjung memahami proses serta sejarah minyak bumi di Bojonegoro. Materi ini berkaitan dengan tema Geopark Bojonegoro yang mengangkat petroleum system sebagai salah satu bagian penting dari kekayaan geologinya.
PIG juga dilengkapi ruang audiovisual yang mendokumentasikan sejarah geologi dan perjalanan minyak bumi melalui film berjudul Jejak Minyak, Emas Hitam di Ujung Timur Indonesia. Ruangan berkapasitas 48 kursi ini menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk melihat sejarah minyak bumi secara lebih visual.
Tak berhenti pada kekayaan geologi dan paleontologi, PIG juga menunjukkan kekayaan Geopark Bojonegoro memiliki cultural site yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Unsur budaya tersebut melengkapi kekayaan Geopark yang mencakup keterkaitan antara warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat.
Salah satu tour guide PIG Geopark Bojonegoro, Teguh, mengatakan PIG terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh kekayaan Geopark Bojonegoro. “Geopark itu inklusif, tidak eksklusif. Silakan semua datang ke Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro,” ujarnya.
PIG Geopark Bojonegoro terbuka untuk kunjungan individu pada Senin hingga Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara kunjungan kelompok, termasuk rombongan sekolah dengan jumlah lebih dari 10 orang, perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui kanal informasi PIG Geopark Bojonegoro.
Melalui PIG, masyarakat dapat melihat dan memahami perjalanan panjang bumi dari berbagai sisi. Mulai dari batuan dan fosil, proses pembentukan bentang alam, sejarah minyak bumi, hingga warisan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Bojonegoro.(exo)
