Surabaya, 14 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kepemimpinan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya memasuki babak baru. Sebelum terbitnya Surat Mandat Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Jawa Timur, posisi Ketua IMI Kota Surabaya dijabat oleh Samsurin.
Perubahan kepemimpinan tersebut kemudian ditandai dengan diterbitkannya Surat Mandat Pengprov IMI Jawa Timur Nomor 001/IMI-JTM/SM-IMI KABUPATEN-KOTA/A/IX/2026, tertanggal 14 September 2026.
Dalam surat tersebut, Pengprov IMI Jawa Timur memberikan mandat penuh kepada Muhammad Yusuf Ibnu Abdurrahman untuk menjadi Ketua Pengurus Cabang IMI Kota Surabaya masa bakti 2026–2028.
Surat Mandat tersebut ditandatangani Ketua Pengprov IMI Jawa Timur H. Bambang Haribowo. Dalam dokumen yang sama, Pengprov IMI Jawa Timur juga menyatakan pencabutan SK Nomor 018/IMI-JTM/SK-ORG/A/XII/2025 tertanggal 20 Desember 2025.
Ketua Pengprov IMI Jawa Timur, H. Bambang Haribowo, membenarkan bahwa dirinya yang menandatangani Surat Mandat tersebut. Ia menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak perlu dipandang sebagai persoalan personal.
Menurut Bambang, pergantian kepemimpinan dapat menjadi momentum penyegaran untuk memperkuat organisasi sekaligus melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus menjadi momentum penyegaran di tubuh organisasi untuk melanjutkan program dan memperkuat soliditas bersama,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, penyegaran kepemimpinan bukan berarti memutus apa yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya.
“Pergantian kepemimpinan bukan berarti memutus apa yang telah dibangun, tetapi menjadi bagian dari proses penyegaran untuk melanjutkan dan mengembangkan program organisasi ke arah yang lebih baik,” katanya.
Bambang mengatakan, setiap organisasi memiliki dinamika dan siklus kepemimpinan. Karena itu, perubahan kepemimpinan merupakan hal yang wajar sepanjang tetap diarahkan untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
“Setiap organisasi memiliki dinamika dan siklus kepemimpinan. Karena itu, penyegaran merupakan hal yang wajar dalam rangka menghadirkan energi baru, memperkuat kebersamaan, dan memastikan roda organisasi terus berjalan secara berkesinambungan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar IMI Kota Surabaya untuk menjaga suasana tetap kondusif dan mengedepankan kepentingan organisasi.
Menurut Bambang, pergantian kepemimpinan hendaknya tidak menjadi alasan untuk memunculkan perbedaan di antara klub, komunitas, atlet, pembalap maupun unsur otomotif lainnya.
“Siapa pun yang dipercaya memimpin nantinya, yang terpenting adalah bagaimana semangat kebersamaan tetap terjaga. Pergantian kepemimpinan hendaknya dipandang sebagai penyegaran dan bagian dari proses regenerasi organisasi,” tegas Bambang.
Dengan terbitnya Surat Mandat tersebut, kepemimpinan IMI Kota Surabaya memasuki fase baru. Muhammad Yusuf Ibnu Abdurrahman mendapatkan mandat untuk memimpin Pengurus Cabang IMI Kota Surabaya masa bakti 2026–2028, setelah sebelumnya organisasi tersebut dipimpin Samsurin.
Perubahan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penyegaran organisasi, dengan tetap menjaga kesinambungan program serta memperkuat kebersamaan seluruh insan otomotif di Kota Surabaya.(her)
