Surabaya, 23 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Dinas Kominfo Jatim) meningkatkan literasi digital masyarakat melalui edukasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan bertema “Cerdas Bersama AI: Memanfaatkan Potensi, Memahami Risiko” di Surabaya, 22- 23 September 2026.
Kegiatan ini diikuti masyarakat umum, mulai dari ketua RT, tokoh masyarakat, Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga unsur masyarakat lainnya. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan AI secara produktif, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber dan pelindungan data pribadi.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin melalui video taping, Selasa (22/9/2026) mengatakan, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat pesat dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. “Di balik kemajuan tersebut, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai bersama,” kata Sherlita.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital perlu diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat dan risiko teknologi. Masyarakat juga perlu memiliki kecakapan dalam menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Sherlita mengajak masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan pelindungan data pribadi. Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Saya mengajak kita semua memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga masyarakat Jawa Timur tidak hanya cerdas digital, tetapi juga aman di ruang digital,” ujarnya.
Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Pertama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Arif Agung Pambudi, memberikan pemahaman mengenai konsep, manfaat, serta risiko pemanfaatan AI. Ia menjelaskan, AI merupakan sistem yang memungkinkan mesin atau komputer melakukan berbagai tugas dengan kemampuan yang menyerupai manusia. “AI sangat membutuhkan data yang besar dan berkualitas tinggi. Jika data yang digunakan tidak representatif, maka sistem AI menghasilkan informasi yang tidak akurat,” jelas Arif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami perkembangan AI, tetapi juga mampu mengenali potensi dan risiko yang menyertainya. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman, produktif, dan bertanggung jawab. (byu)
