More
    BerandaOlahragaPengurus Baru PTMSI Surabaya Fokus Benahi Pembinaan dan Perkuat Skuad Porprov

    Pengurus Baru PTMSI Surabaya Fokus Benahi Pembinaan dan Perkuat Skuad Porprov

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 23 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengurus baru Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya mulai mematangkan langkah untuk meningkatkan prestasi tenis meja Kota Pahlawan. Rapat perdana kepengurusan yang baru terbentuk menjadi momentum untuk membangun kekompakan, mengevaluasi kekurangan, serta menyusun strategi pembinaan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi ke depan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Rabu (23/9/26)

    Ketua PTMSI Surabaya, Armuji, mengatakan kepengurusan yang baru terbentuk membawa semangat baru untuk membangun prestasi tenis meja Surabaya agar dapat berkembang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

    Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan seluruh unsur dalam organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan program pembinaan atlet. Evaluasi juga akan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap kekurangan yang masih ada maupun potensi dan kelebihan yang perlu terus ditingkatkan.

    “Dengan kepengurusan yang baru terbentuk dan tentunya dengan semangat baru, kita ingin ke depan, khususnya pada Porprov, paling tidak bisa meraih medali sebanyak-banyaknya,” ujar Armuji.

    Ia menegaskan, target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan kemampuan atlet. Diperlukan kerja bersama antara pengurus, klub, pelatih, atlet, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan tenis meja di Surabaya.

    Karena itu, PTMSI Surabaya akan menjadikan evaluasi sebagai bagian penting dalam proses pembinaan. Berbagai kekurangan yang ditemukan akan dibenahi, sementara kelebihan yang sudah dimiliki akan terus ditingkatkan agar menjadi kekuatan dalam menghadapi kompetisi.

    “Kekurangan apa yang harus kita benahi, kelebihan apa yang harus kita tingkatkan. Itu menjadi modal kita untuk bisa mencapai suatu prestasi yang lebih baik daripada yang terdahulu,” kata Armuji.

    Sebagai bagian dari upaya memperkuat tim, PTMSI Surabaya juga akan menggelar seleksi antar-klub. Seleksi tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat Surabaya dalam berbagai kejuaraan.

    Proses seleksi akan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan dan potensi atlet. Dengan demikian, kesempatan untuk masuk dalam skuad Surabaya tidak hanya terbuka berdasarkan nama besar atau latar belakang klub, tetapi melalui proses seleksi yang terukur.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembenahan sistem pembinaan atlet di Surabaya. PTMSI ingin memastikan bahwa atlet yang nantinya dipilih benar-benar memiliki kemampuan serta kesiapan untuk membawa nama Kota Surabaya dalam ajang olahraga tingkat regional maupun provinsi.

    Armuji menyampaikan bahwa proses penjaringan tersebut juga tidak menutup peluang bagi atlet dari luar daerah yang memiliki keinginan untuk bergabung dan memperkuat Surabaya.

    “Kalau ada atlet yang mungkin dari luar daerah ingin bergabung dengan Surabaya, kita akan welcome, kita terima dengan baik dan melakukan seleksi,” tegasnya.

    Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya PTMSI Surabaya untuk mendapatkan komposisi atlet yang kompetitif. Namun, setiap atlet yang ingin bergabung tetap akan mengikuti mekanisme seleksi yang telah disiapkan.

    Dengan pola tersebut, PTMSI Surabaya berharap pembentukan tim tidak hanya berorientasi pada jumlah atlet, tetapi juga kualitas dan kesiapan menghadapi pertandingan.

    Rapat perdana pengurus baru juga menjadi kesempatan untuk menyatukan visi dan langkah seluruh jajaran organisasi. Kekompakan dinilai penting karena prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh atlet ketika bertanding, tetapi juga oleh sistem pembinaan yang berjalan di belakangnya.

    PTMSI Surabaya akan berupaya membangun komunikasi yang lebih kuat antara pengurus dengan klub-klub serta para pelatih. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembinaan diharapkan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.

    Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan baru dalam menjalankan program kerja. Terlebih, perjalanan menuju Porprov masih membutuhkan proses panjang, mulai dari penjaringan atlet, seleksi, pemusatan latihan, hingga persiapan menghadapi pertandingan.

    Armuji menilai, kepengurusan baru harus mampu menjadikan periode ini sebagai awal untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.

    “Ini baru mulai. Kita akan melihat bagaimana prosesnya, kemudian melakukan seleksi antar-klub untuk menjaring atlet yang nantinya masuk dalam skuad,” jelasnya.

    PTMSI Surabaya juga berharap keberadaan klub-klub tenis meja di Kota Surabaya semakin berkembang. Klub tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem pencarian dan pembinaan bibit atlet.

    Melalui sinergi antara klub, pelatih, pengurus dan atlet, diharapkan akan semakin banyak muncul pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

    Porprov menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam rencana pembinaan PTMSI Surabaya. Persiapan sejak dini dinilai penting agar tim memiliki waktu yang cukup untuk melakukan seleksi dan membangun kekuatan.

    Target meraih medali sebanyak-banyaknya menjadi motivasi bagi kepengurusan baru. Namun, target tersebut akan diikuti dengan proses pembinaan yang bertahap, mulai dari seleksi atlet hingga peningkatan kualitas latihan.

    PTMSI Surabaya menyadari bahwa persaingan dalam ajang Porprov tidak mudah. Karena itu, pembenahan internal dan peningkatan kualitas atlet akan menjadi bagian penting dari persiapan.

    Kepengurusan baru berharap semangat yang dibangun melalui rapat perdana tersebut dapat menjadi titik awal untuk menciptakan suasana organisasi yang lebih solid. Dengan kebersamaan dan evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus, PTMSI Surabaya ingin membawa tenis meja Surabaya menuju pencapaian prestasi yang lebih baik.

    Bagi Armuji, prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, keterbukaan dalam proses seleksi, serta dukungan semua pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan tenis meja di Surabaya.

    Dengan kepengurusan baru dan semangat baru, PTMSI Surabaya kini mulai menyusun langkah. Seleksi antar-klub menjadi salah satu agenda awal, sementara pembinaan dan penguatan tim akan terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi, khususnya Porprov.

    Harapannya, proses tersebut tidak hanya menghasilkan atlet yang mampu meraih medali, tetapi juga membangun fondasi pembinaan tenis meja Surabaya yang semakin kuat untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya.(her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru