Surabaya, 23 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat kinerja positif angkutan barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dalam periode tersebut, KAI Daop 8 mengangkut 1.988.315 ton barang, meningkat 7,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.856.051 ton.
Capaian tersebut memperlihatkan semakin pentingnya peran angkutan kereta api dalam mendukung ekosistem logistik, khususnya untuk distribusi barang dalam volume besar dan antardaerah. Selain memiliki perjalanan yang terjadwal dan kapasitas angkut besar, transportasi berbasis rel juga menjadi salah satu alternatif distribusi yang dapat mendukung upaya menghadirkan logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dari total volume tersebut, angkutan petikemas menjadi komoditas terbesar dengan 1.332.445 ton, diikuti BBM sebanyak 608.555 ton, barang retail 32.934 ton, dan komoditas lainnya 14.381 ton.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Rabu (23/9/26) mengatakan pertumbuhan angkutan barang tersebut menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya berperan dalam mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.
“Kereta api memiliki karakteristik mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan pola perjalanan yang terjadwal. Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku usaha dalam menentukan moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan distribusinya,” ujar Mahendro.
Menurut Mahendro, selain aspek kapasitas dan keandalan perjalanan, penggunaan transportasi berbasis rel juga relevan dengan kebutuhan dunia usaha untuk membangun sistem logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan.
“Pengangkutan barang melalui kereta api memungkinkan volume yang besar didistribusikan dalam satu perjalanan. Dari sisi keberlanjutan, karakteristik tersebut menjadikan angkutan berbasis rel sebagai salah satu pilihan yang dapat mendukung upaya perusahaan dalam membangun rantai logistik yang lebih ramah lingkungan,” lanjut Mahendro.
Penggunaan angkutan kereta api juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi moda transportasi. Dengan jaringan rel yang menghubungkan berbagai wilayah, distribusi barang dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan kapasitas, tujuan, jadwal, serta karakteristik komoditas yang diangkut.
Bagi dunia usaha, pemilihan moda logistik tidak hanya berkaitan dengan bagaimana barang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi juga bagaimana distribusi dapat dilakukan secara aman, terencana, efisien, dan berkelanjutan.
Keberagaman komoditas yang diangkut KAI Daop 8 Surabaya menunjukkan bahwa layanan angkutan barang berbasis rel dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan logistik. Selain petikemas dan BBM, KAI juga melayani pengangkutan barang retail serta komoditas lainnya.
KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang melalui penguatan keselamatan, keandalan operasional, optimalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.
“Kami ingin layanan angkutan barang KAI dapat menjadi bagian dari solusi logistik bagi dunia usaha. Tidak hanya mendukung kebutuhan distribusi, tetapi juga mendorong pola logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pelanggan, kami dapat memahami kebutuhan distribusi secara lebih baik dan menghadirkan layanan yang memberikan manfaat bagi kelancaran rantai pasok,” tutup Mahendro. (myo)
