BerandaUncategorizedErick Thohir Soroti Dualisme Organisasi Pemuda, Transparansi Kepengurusan Jadi Kunci

Erick Thohir Soroti Dualisme Organisasi Pemuda, Transparansi Kepengurusan Jadi Kunci

Penulis

Tanggal

Kategori

Jakarta,13 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dualisme kepengurusan yang kerap terjadi pada organisasi-organisasi kepemudaan menjadi perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Dalam hal ini Menpora mendorong adanya transparansi pada proses pemilihan kepemimpinan dan kepengurusan organisasi kepemudaan, salah satunya melalui Permenpora Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan.  

“Saya selalu sampaikan, dengan peraturan kementerian yang terbaru, kami mendorong proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan berikut cabang-cabangnya bisa transparan dan juga memutuskan hasil yang terbaik,” kata Menpora Erick selepas mengukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Surakarta, Senin (12/10) sore.

Menurut Menpora, setelah kegiatan kongres dalam rangka pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan itu rampung dilakukan, tidak perlu lagi melakukan kegiatan pelantikan lainnya dengan birokrasi panjang dan biaya tambahan. Organisasi cukup mengirimkan hasil kongres kepada Kemenpora untuk dilakukan verifikasi. 

“Kami di Kemenpora sudah memiliki kesepakatan dengan Kementerian Hukum. Hasil kongres itu langsung didaftarkan, diregistrasikan. Insyaallah dengan mekanisme tersebut dualisme kepengurusan ini bisa kita terus kurangi,” terang Menpora Erick.

Menurut Menpora, dengan proses pemilihan yang transparan, semestinya tidak ada lagi dualisme kepengurusan. Sehingga apabila ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil kongres, Menpora Erick mengimbau untuk tidak membuat kongres tandingan. 

“Jadi jangan nanti ketika sudah ada pemilihan, ada lagi yang tidak puas lalu bikin kongres tambahan, ini tidak sehat,” tegas Menpora. 

Karena itu Menpora Erick meminta organisasi-organisasi kepemudaan untuk tidak berpecah belah. Khususnya di bulan Oktober ini, yang akan dilaksanakan peringatan Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan para pemuda Indonesia dari berbagai daerah.

Kemenpora dalam hal ini telah membuat program-program kepemudaan sebagai sarana pemberdayaan dan pengembangan kapabilitas pemuda Indonesia, salah satunya untuk dapat bersaing di tingkat global.

“Mudah-mudahan program-program kepemudaan menjadi hal yang positif, meningkatkan kapabilitas para pemuda untuk masa depan. Karena tidak ada bangsa yang bisa membangun ketika organisasi kepemudaannya terpecah-pecah, ini yang harus kita kawal,” pungkas Menpora Erick. (luk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru