Jakarta,13 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Setelah sukses batch 1, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menyelenggarakan Football Medical Workshop 2026 Batch 2 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Jakarta Timur 12-14 Oktober 2026.
Acara dibuka langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang ditandai dengan pemukulan gong yang diikuti tenaga medis, khususnya dokter dan fisioterapis di lingkungan sepak bola Indonesia.
Acara ini merupakan langkah konkret PSSI dalam meningkatkan kompetensi tenaga medis, khususnya dokter dan fisioterapis, sekaligus mendorong standardisasi praktik football medicine di lingkungan sepak bola Indonesia.
Ketum PSSI Erick Thohir berharap seluruh peserta yang ikut dalam acara ini bisa menjadi
agents of change di sepak bola Indonesia. Karena dalam sepak bola bukan hanya peran pemilik klub dan pelatih yang penting, tenaga medis juga sangat penting.
Ketum PSSI Erick Thohir juga menegaskan bahwa pemain merupakan fokus utama dalam pengembangan sepak bola nasional. Oleh karena itu, seluruh elemen pendukung, termasuk tim medis klub, memiliki peran strategis dalam memastikan atlet berada dalam kondisi terbaik saat berlatih maupun bertanding.
“Kita perlu seluruh komponen untuk perbaikan sepak bola nasional dari berbagai sisi. Bukan hanya pelatih, wasit, pemain, tapi medical supporting system menjadi sangat penting,” ujar Ketum PSSI Erick Thohir.
Ke depan, PSSI akan terus berupaya memperluas penyelenggaraan program pengembangan football medicine ke berbagai wilayah di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat mengakomodasi dan membuka akses yang lebih luas bagi dokter dan fisioterapis di berbagai daerah yang memiliki minat untuk terlibat dan berkontribusi dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga berharap peningkatan kompetensi tenaga medis ini bisa
dilaksanakan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kapasitas tenaga medis ini menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia agar semakin profesional, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Saya berharap juga yang hadir di sini jangan sekadar hadir, tapi inilah bagaimana kalian men-challenge diri kalian menjadi agents of change di sepak bola Indonesia,” harap Ketum PSSI Erick Thohir. (amr)
