More
    BerandaUncategorizedAlumni Fakultas Keperawatan UNAIR Emban Amanah sebagai Ketua Tim Kerja Diklit RSUD...

    Alumni Fakultas Keperawatan UNAIR Emban Amanah sebagai Ketua Tim Kerja Diklit RSUD dr Soedono Madiun

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 30 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Menapaki karier di sektor kesehatan tentu membutuhkan komitmen dan keahlian analisis yang tinggi. Hal inilah yang Ns. Edy Purwanto S.Kep., M.Kep., MH (Kes) rasakan untuk sampai pada posisi Ketua Tim Kerja Diklit di RSUD dr Soedono Madiun. Ia merupakan alumni Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR).

    Keberhasilan kariernya tidak lepas dari peran penting almamater dan Ikatan Alumni (IKA) UNAIR. Ia menyadari betul bahwa statusnya sebagai lulusan UNAIR telah membuka banyak peluang dan jejaring yang luas, terutama karena dukungan dari Prof. Nursalam yang membimbing dan merekomendasikannya ke berbagai posisi organisasi penting. Keterikatannya yang kuat dengan almamater juga membawanya aktif berkontribusi sebagai Sekretaris IKA UNAIR Cabang Madiun serta pengurus wilayah IKA UNAIR Jawa Timur di bidang kebencanaan. “Kenapa saya bisa sampai di titik ini itu karena saya lulusan Unair. Jadi,  ikatan alumni Unair memiliki peran yang luar biasa terhadap karier saya,” ungkapnya.

    Kegagalan sebagai Batu Loncatan Meraih Beasiswa

    Edy bercerita bahwa perjalanan panjangnya di dunia keperawatan berawal dari kegagalannya menembus Fakultas Kedokteran UNAIR tahun 1998. Ia sempat mencoba dua tahun berturut-turut. Namun, tak membuahkan hasil. Ia akhirnya banting setir dan memutuskan untuk menempuh pendidikan D3 Keperawatan di Unmuh Ponorogo. “Jadi kebetulan, dulu pada waktu saya lulus SMA tahun 98, saya itu ngambil di Fakultas Kedokteran Unair, tapi tidak keterima,” ungkapnya yang akrab disapa Edy Potter tersebut.

    ​Meskipun bermula dari kampus swasta, nasib baik memihaknya saat ia diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2005 hingga membuka peluang untuknya mendapatkan beasiswa. Kegigihannya terbayar tuntas ketika Ia akhirnya berhasil kembali ke kampus impiannya melalui jalur beasiswa penuh dari Kementerian Kesehatan untuk jenjang S1 dan S2. “Alhamdulillah saya daftar, nah akhirnya saya ngambil di S1 Keperawatan Unair, kemudian di 2017 dapat beasiswa untuk S2 Keperawatan di Unair Juga, dan ditahun yang sama mengambil Double Degree di Magister Hukum Kesehatan,” paparnya.

    Dedikasi Panjang dan Kunci Sukses

    Kesuksesannya saat ini tidak lepas dari dedikasi panjangnya mengabdi sebagai PNS di lingkungan rumah sakit. Loyalitas dan ketekunan tersebut akhirnya berbuah manis ketika Ia mendapatkan promosi kenaikan jabatan menjadi Ketua Tim Kerja Diklit di RSUD dr Soedono Madiun pada tahun 2024. “Saya bekerja di kamar operasi selama kurang lebih 19 tahun,” tegasnya. Selain itu di RSUD dr Soedono juga sebagai Ketua Kordik Keperawatan, Sekretaris SPI dan juga menjabat sebagai Ketua DPD PPNI Kota Madiun, Sekretaris DPW PPNI Jatim, Pengurus Pusat HIPKABI, Anggota Kolegium Keperawatan Indonesia dan beberapa organisasi lainnya. Menurutnya, kunci utama dalam meraih puncak karier adalah menjaga integritas, kejujuran, serta meyakini bahwa pencapaian besar tidak pernah datang secara instan. Selain pantang menyerah, Ia juga menekankan pentingnya menghormati guru dan pendidik demi meraih  ridho yang nantinya akan memperlancar setiap urusan kehidupan. “Keberhasilan itu proses, sehingga ketika kita gagal sekarang, belum tentu kita akan gagal selanjutnya,” Dimanapun tempat kamu bertugas, bekerja dan mengabdi selalu berikan versi terbaikmu “ pesannya.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru