BerandaUncategorizedAntisipasi Kekurangan Air, Pemkab Lumajang Ajukan Enam Unit Irigasi Perpompaan

Antisipasi Kekurangan Air, Pemkab Lumajang Ajukan Enam Unit Irigasi Perpompaan

Penulis

Tanggal

Kategori

Lumajang, 3 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ketika curah hujan berkurang dan tidak merata, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi petani hortikultura. Pemerintah Kabupaten Lumajang merespons kondisi tersebut dengan mengajukan enam unit irigasi perpompaan untuk mendukung kebutuhan pengairan di sejumlah sentra produksi.

Enam unit tersebut diusulkan untuk kawasan Kunir, Klakah, Pasirian, dan Tempursari. Irigasi perpompaan disiapkan sebagai salah satu alternatif pengairan ketika pasokan air dari hujan belum mencukupi kebutuhan tanaman.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan kebutuhan air menjadi perhatian karena tanaman hortikultura membutuhkan ketersediaan air yang cukup dan stabil.

“Tanaman hortikultura sangat membutuhkan air yang stabil dan cukup, sehingga cukup sensitif terhadap perubahan cuaca,” ujar Hendra, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, kondisi curah hujan yang rendah dapat menyebabkan kelembapan tanah menurun. Selain itu, hujan yang turun belum tentu merata di seluruh wilayah sehingga kebutuhan air tanaman di sejumlah kawasan dapat mengalami tekanan.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengajuan dukungan pengairan. Dengan adanya irigasi perpompaan, petani diharapkan memiliki alternatif sumber air ketika air hujan belum memenuhi kebutuhan lahan.

Hendra menjelaskan, berkurangnya ketersediaan air dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang panjang, dampaknya dapat berlanjut pada hasil produksi.

“Kalau ketersediaan air berkurang, pertumbuhan tanaman ikut terpengaruh. Dampaknya kemudian bisa sampai pada produktivitas dan jumlah panen,” jelasnya.

Karena itu, usulan enam unit irigasi perpompaan diarahkan untuk memperkuat dukungan pengairan di kawasan sentra hortikultura. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola kebutuhan air tanaman secara lebih terukur ketika kondisi hujan belum mendukung.

Bagi petani, ketersediaan air bukan hanya persoalan teknis pengairan, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan tanaman di lahan. Air yang cukup membantu tanaman melewati periode kering sehingga kegiatan budidaya dapat tetap berjalan.

Bagi masyarakat, dukungan terhadap pengairan juga berkaitan dengan keberlanjutan produksi hortikultura yang menjadi bagian dari kebutuhan pangan sehari-hari.

Dengan demikian, pengajuan enam unit irigasi perpompaan menjadi salah satu langkah Pemkab Lumajang untuk mengantisipasi keterbatasan air di sentra hortikultura. Usulan tersebut masih dalam tahap pengajuan, sehingga belum dapat disebut sebagai fasilitas yang telah terbangun atau beroperasi. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Artikel Terbaru