Lumajang 1 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penguatan karakter anak sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak dan berdaya saing.
Hal ini ditegaskan Ketua GOPTKI Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, dalam kegiatan Islamic Parenting bertema “Membangun Generasi Shalih Sejak Dini” di TK Al Firdaus Tempeh, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, tantangan pengasuhan di era modern menuntut peran orang tua yang lebih aktif dan sadar akan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menilai, perkembangan teknologi dan perubahan pola sosial membuat anak-anak semakin rentan terhadap pengaruh luar jika tidak dibekali nilai yang kuat dari keluarga.
“Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun akhlak, kebiasaan baik, dan nilai-nilai kehidupan sejak dini,” ujarnya.
Rahayu menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan paling menentukan dalam proses pembentukan karakter anak. Apa yang ditanamkan di rumah akan menjadi dasar bagi anak dalam bersikap dan mengambil keputusan di masa depan.
“Sekolah hanya memperkuat, tetapi pondasi utama ada di keluarga. Jika orang tua konsisten dalam memberikan teladan, maka anak akan tumbuh dengan karakter yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keteladanan dalam pola asuh. Menurutnya, anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi dari apa yang dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak adalah peniru terbaik. Maka orang tua harus menjadi contoh. Pendidikan karakter tidak bisa hanya dengan nasihat, tetapi harus melalui perilaku nyata,” tambahnya.
Selain itu, Rahayu mengingatkan agar orang tua mampu bersikap adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam penggunaan teknologi. Pendampingan yang tepat dinilai penting agar anak tidak terpapar informasi yang tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan.
“Orang tua harus hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam komunikasi dan perhatian. Di era digital ini, kehadiran orang tua menjadi kunci agar anak tidak kehilangan arah,” ujarnya.
Melalui kegiatan Islamic Parenting ini, GOPTKI Kabupaten Lumajang mendorong terbangunnya kesadaran bersama bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab utama keluarga yang harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan penguatan peran orang tua dan sinergi dengan lembaga pendidikan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai yang kokoh. (MC Kab. Lumajang)
