Surabaya 11 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Program Beasiswa Santri Tahun 2026 dengan menyediakan sebanyak 1.100 kuota bagi santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Program yang diluncurkan bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (10/6/2026), ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri dan mendorong diversifikasi profesi berbasis akademik, sains, dan teknologi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program beasiswa santri merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan pendidikan bagi kalangan pesantren. “Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur, diversifikasi akademik di Jawa Timur dengan memberikan akses para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan program beasiswa santri telah berjalan sejak tahun 2006 pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dan terus berkembang pada periode-periode berikutnya. Pada masa kepemimpinan Soekarwo, program tersebut mencakup beasiswa jenjang sarjana, kemudian diperluas hingga jenjang magister, doktoral, serta beasiswa studi ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Pada tahun 2026, Pemprov Jatim juga menghadirkan program beasiswa baru berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM) bagi santri. Program ini diharapkan mampu membuka peluang karier yang lebih luas di bidang sains dan teknologi bagi lulusan pesantren. “Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren. Jadi memang kerja samanya dengan pesantren-pesantren untuk bisa memberikan afirmasi pada diversifikasi profesi,” kata Khofifah.
Khofifah menambahkan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk mempersiapkan Jawa Timur menghadapi pergeseran pusat pertumbuhan dan peradaban dunia ke kawasan Asia. Karena itu, peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda, termasuk kalangan santri, perlu terus diperkuat agar mampu bersaing di tingkat global.
“Saya teringat pemikiran Kishore Mahbubani yang menyampaikan bahwa pusat gravitasi peradaban dunia kini bergerak ke Asia. Karena itu, Indonesia, termasuk Jawa Timur, harus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Jika negara lain mampu mewarnai dunia melalui kemajuan pendidikan, budaya, dan teknologi, maka Jawa Timur juga harus optimistis dapat mengambil peran dan memberikan kontribusi bagi peradaban dunia,” ujarnya
Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, menjelaskan kuota beasiswa tahun 2026 mencapai 1.100 penerima yang tersebar dalam berbagai skema pendidikan. Program beasiswa yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyasar mahasiswa dan mahasantri dari berbagai jenjang pendidikan. Cakupannya meliputi program sarjana (S1), magister (S2), doktoral (S3), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly jenjang Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniah, serta program magister di Universitas Al-Azhar Mesir.
Ia menambahkan jumlah perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program beasiswa santri terus meningkat. Pada tahun ini terdapat 64 perguruan tinggi di Jawa Timur serta Universitas Al-Azhar yang menjadi mitra program. “Sejak 2019 sampai sekarang sudah 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar,” tambahnya.
Ia berharap program beasiswa yang dijalankan Pemprov Jatim dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. “Mudah-mudahan program mulia Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Program ini telah terbukti melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadi investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” ujarnya (byu)
