Lumajang, 11 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjaga batik tetap hidup di tengah perubahan zaman membutuhkan keterlibatan generasi muda. Tidak cukup hanya mengenal motifnya, anak-anak muda juga perlu bangga mengenakan dan mengembangkan batik dalam gaya hidup sehari-hari. Semangat inilah yang mengemuka dalam malam puncak BALOS 2026 di Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan batik khas daerah melalui kreativitas dan inovasi fashion. Ajakan tersebut disampaikan seusai menghadiri malam puncak BALOS 2026 (Batik Lumajang On The Stage/Batik Lumajang On The Street) di Jalan Alun-Alun Utara Kabupaten Lumajang, Sabtu malam (10/10/2026).
Mengusung tema “Harmony in Heritage, Merayakan Warisan Menginspirasi Generasi”, BALOS 2026 menghadirkan ruang perjumpaan antara warisan budaya dan perkembangan fashion masa kini. Kegiatan ini menjadi salah satu cara memperkenalkan batik Lumajang kepada masyarakat melalui pendekatan yang dekat dengan dunia generasi muda.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut menilai keberlanjutan batik Lumajang tidak cukup hanya dengan menjaga motif dan teknik pembuatannya. Batik juga perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari agar semakin dikenal dan memiliki tempat di hati masyarakat, terutama kalangan muda.
“Batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi bagian dari jati diri dan kekayaan budaya kita. Saya ingin anak-anak muda Lumajang mengenal batik daerahnya, bangga memakainya, dan ikut menjaga agar warisan ini tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, kreativitas generasi muda dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan batik kepada khalayak yang lebih luas. Perpaduan motif tradisional dengan gaya busana yang berkembang saat ini memungkinkan batik tetap relevan tanpa kehilangan identitas budayanya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, menjelaskan bahwa BALOS 2026 dirancang untuk memperkenalkan kekayaan batik Lumajang melalui peragaan busana yang melibatkan berbagai kelompok usia dan unsur masyarakat.
Lomba fashion batik dalam kegiatan tersebut diikuti peserta dari kategori PAUD/TK, SD, SMP sederajat, SMA/SMK, umum, hingga camat dan organisasi perangkat daerah (OPD). Keberagaman peserta ini memperlihatkan bahwa pengenalan batik dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga pemerintahan.
Melalui BALOS 2026, batik Lumajang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi budaya yang terus berkembang. Keterlibatan generasi muda menjadi penting agar kecintaan terhadap batik dapat diteruskan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
