More
    BerandaUncategorizedBupati Lumajang Temui Dodik, Beri Perhatian atas Perjuangannya Jalani Cuci Darah

    Bupati Lumajang Temui Dodik, Beri Perhatian atas Perjuangannya Jalani Cuci Darah

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 16 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Bagi Dodik, warga Dusun Plandisari, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, pergi ke rumah sakit seorang diri selama ini dilakukan agar tidak merepotkan orang lain. Namun, kebiasaan itu justru membuat Bupati Lumajang Indah Amperawati prihatin setelah mengetahui Dodik masih mengendarai sepeda motor sendiri untuk menjalani cuci darah.

    Kondisi tersebut diketahui Bunda Indah saat bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengunjungi kediaman Dodik dalam rangkaian kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu) di Wilayah Kecamatan Sukodono, Selasa (15/9/2026).

    Dodik diketahui harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal yang dialaminya sekitar dua bulan terakhir. Meski kondisi kesehatannya rentan, ia masih memilih mengendarai sepeda motor sendiri menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

    Mendengar cerita tersebut, Bunda Indah meminta Dodik tidak lagi berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor. Ia menilai perjalanan menuju rumah sakit perlu dilakukan dengan pendampingan agar lebih aman.

    “Ndak boleh lagi naik sepeda motor sendiri ke rumah sakit, itu sangat berbahaya. Kalau dalam perjalanan ada apa-apa atau jatuh bagaimana?” kata Bunda Indah.

    Bunda Indah kemudian meminta Pemerintah Desa Klanting memastikan kebutuhan transportasi Dodik selama menjalani pengobatan. Ambulans desa diminta disiapkan untuk mengantar setiap kali Dodik harus menjalani cuci darah.

    “Saya minta kepala desa siapkan ambulans desa setiap kali Pak Dodik mau cuci darah, tolong diantar. Kalau ambulans desa sedang dipakai, langsung hubungi puskesmas biar diantar petugas. Pokoknya jangan sampai naik motor sendiri lagi,” tegasnya.

    Permintaan tersebut menjadi bagian penting dari perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pengobatan Dodik. Bagi pasien yang harus menjalani perawatan secara rutin, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dari layanan medis itu sendiri.

    Sebelum kondisi kesehatannya menurun, Dodik bekerja sebagai penjual kerupuk. Kini ia tidak lagi mampu bekerja sehingga penghasilan keluarga ikut berkurang.

    Di rumah, Dodik bersama istrinya, Martini, masih harus memenuhi kebutuhan tiga anak. Anak pertama masih bersekolah di SMK, sedangkan dua anak kembarnya duduk di kelas 3 SD.

    Untuk kebutuhan cuci darah, keluarga Dodik terbantu melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Namun, ketika penghasilan terhenti, kebutuhan sehari-hari keluarga tetap menjadi tantangan.

    Melihat kondisi tersebut, Bunda Indah juga menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako untuk membantu kebutuhan keluarga. Dua unit sepeda turut diberikan kepada anak-anak Dodik agar aktivitas mereka bersekolah tetap berjalan.

    Perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan langsung. Bunda Indah juga meminta kondisi kesejahteraan keluarga Dodik diperhatikan kembali melalui penyesuaian data sesuai keadaan terkini.

    Saat ini keluarga Dodik tercatat dalam Desil 6. Namun, kondisi keluarga telah berubah sejak Dodik tidak lagi dapat bekerja. Karena itu, Bunda Indah meminta dinas terkait melakukan penyesuaian data agar kondisi keluarga dapat tercermin dalam data kesejahteraan dan bantuan sosial yang sesuai.

    “Kondisinya sudah seperti ini, tidak mampu bekerja lagi. Saya minta data desilnya segera diturunkan ke Desil 3 atau 4 supaya bantuan sosialnya dari pemerintah bisa masuk,” ujarnya.

    Bagi Martini, perubahan kondisi ekonomi keluarga membuat dukungan dari lingkungan sekitar menjadi berarti. Ketika suaminya tidak lagi dapat bekerja, kepedulian tetangga dan bantuan dari pemerintah desa turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Gagal ginjalnya baru kemarin, dapat dua bulan. Sekarang bapak ndak bisa kerja. Untuk kebutuhan tiap hari ya kadang dikasih sama tetangga-tetangga. Bantuan dari desa alhamdulillah kemarin dapat beras,” ungkap Martini.

    Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keluarga yang sedang menghadapi sakit tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Ada kebutuhan lain yang ikut muncul, mulai dari keamanan perjalanan menuju fasilitas kesehatan, keberlangsungan sekolah anak, hingga perubahan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Karena itu, perhatian terhadap kondisi warga perlu dilakukan secara menyeluruh. Ketika keadaan sebuah keluarga berubah, dukungan dan data yang menjadi dasar pelayanan juga diharapkan dapat mengikuti kondisi tersebut.

    Bagi keluarga Dodik, perhatian itu setidaknya membawa satu kepastian, yaitu untuk menjalani cuci darah berikutnya, ia tidak perlu lagi memaksakan diri mengendarai sepeda motor seorang diri. (MC Diskominfo Kab. Lumajang

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru