Batu, 9 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak–Panderman tak hanya membutuhkan personel untuk pemadaman. Dukungan logistik dan kebutuhan permakanan juga menjadi bagian penting dalam menjaga stamina petugas serta relawan yang bekerja di lapangan.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batu mengoperasikan layanan dapur umum (DU) sekaligus menyalurkan dukungan logistik bagi petugas dan relawan penanggulangan karhutla.
Layanan berlangsung sejak Minggu hingga Selasa, 6–8 September 2026, mulai pukul 07.10 WIB hingga selesai. Dukungan dipusatkan di sejumlah titik, di antaranya Posko Karhutla Kota Batu dan Pos Pendakian Gunung Buthak–Panderman di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, serta Posko Karhutla Kabupaten Malang di Balai Dusun Maron, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon.
Sementara operasional dapur umum Tagana berada di Basecamp Tagana, Jalan Serda Hariadi 20, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Koordinator Tagana Kota Batu Simon Purwo Ali mengatakan, layanan dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makan petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla, “Layanan dapur umum dilakukan untuk kebutuhan makan pagi dan sore. Sedangkan makanan siap saji digunakan sebagai bekal makan siang bagi petugas yang melakukan pemadaman api secara manual,” ujarnya.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Tagana memberikan layanan sekitar 160 bungkus setiap kali makan, dengan jumlah tersebut bersifat kondisional menyesuaikan personel yang turun ke lapangan.
Selain makanan siap saji, dukungan logistik yang disalurkan meliputi enam karton makanan siap saji, masing-masing berisi 10 pack, lima paket sembako, serta 13 karton lauk-pauk dengan masing-masing karton berisi 20 pack.
Simon menegaskan, layanan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Operasional dapur umum bersifat kondisional dan akan menyesuaikan kebutuhan petugas serta relawan selama penanganan karhutla berlangsung,
“Dibutuhkan koordinasi dan kerja sama antarinstansi maupun lembaga yang lebih baik agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan semakin optimal sesuai yang diharapkan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Tagana Kota Batu berkoordinasi dengan Dinsos Kota Batu, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani, serta sejumlah unsur lainnya.
Penanganan di lapangan juga melibatkan FPRB Kota Batu, Polsek Batu, Koramil Batu, PMI Kota Batu, LMDH Pesanggrahan, paguyuban ojek pendaki Gunung Buthak, serta relawan dan warga.
Seluruh anggota Tagana Kota Batu turut dilibatkan dalam dukungan penanganan tersebut. Kehadiran dapur umum diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar berupa makanan bagi petugas dan relawan tetap terpenuhi, sehingga upaya penanganan karhutla di kawasan Buthak–Panderman dapat berjalan secara berkesinambungan.(ful)
