More
    BerandaUncategorizedDi Tengah Tren Tebu, Sueb Tetap Pertahankan Lahan Tanaman Pangan

    Di Tengah Tren Tebu, Sueb Tetap Pertahankan Lahan Tanaman Pangan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lumajang, 14 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Ketika sebagian petani di Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, mulai beralih menanam tebu karena peluang ekonomi yang menjanjikan, Sueb memilih tetap mempertahankan lahannya untuk tanaman pangan.

    Pilihan itu bukan berarti menutup peluang ekonomi. Bagi Sueb, bertani adalah tentang mencari penghasilan sekaligus memastikan lahan tetap produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

    Dalam sekitar lima tahun terakhir, alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan tebu mulai terlihat di sejumlah wilayah Desa Sentul, termasuk Dusun Wangkit. Tebu dipilih sebagian petani karena dinilai memberikan hasil ekonomi yang lebih besar.

    Namun, Sueb melihat tanaman padi, jagung, dan sayuran tetap memiliki keunggulan. Masa panennya relatif lebih cepat, biaya perawatan lebih terjangkau, serta hasilnya dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan rumah tangga.

    “Tebu dipanen sekitar tujuh sampai delapan bulan. Kalau jagung dan padi sekitar empat sampai lima bulan. Tebu memang hasilnya lebih besar, tetapi biaya perawatannya juga lebih tinggi,” ujarnya, Jumat (14/08/2026). 

    Menurut Sueb, hasil pertanian tidak selalu harus diukur dari nilai jual. Ketika sebagian hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, petani juga mendapatkan manfaat ekonomi dengan cara yang berbeda.

    “Kalau menanam jagung ataupun padi, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Biaya dan beban perawatannya juga lebih murah,” katanya.

    Pilihan Sueb menjadi contoh bahwa petani memiliki cara masing-masing dalam mengelola lahan sesuai kondisi, kebutuhan, dan perhitungan ekonomi. Keputusan mempertahankan tanaman pangan juga menunjukkan bahwa produktivitas lahan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan keluarga.

    Di tengah berkembangnya komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti tebu, keberadaan petani yang tetap menanam padi dan jagung menjadi bagian penting dari keberagaman pertanian di Desa Sentul.

    Kisah Sueb memberikan pesan sederhana: menjadi petani bukan sekadar memilih tanaman dengan keuntungan terbesar, tetapi juga memilih cara terbaik agar lahan tetap produktif, keluarga tetap tercukupi, dan pertanian terus memberi manfaat.

    Dengan perhitungan yang matang dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, petani dapat terus berkembang sekaligus menjaga sektor pangan tetap kuat dari tingkat keluarga hingga masyarakat. (Kominfo Lumajang)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru