Surabaya, 25 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur memberikan penanganan terhadap delapan pencari kerja asal Garut, Jawa Barat, yang terlantar dalam perjalanan pulang dari Bali. Kedelapan orang tersebut tiba di Dinsos Jatim pada Kamis (24/9/2026), setelah sebelumnya mendapat rujukan dari Dinsos Sidoarjo.
Setibanya di Dinsos Jatim, kedelapan pencari kerja tersebut menjalani asesmen oleh Pekerja Sosial Dinsos Jatim, Suwartini Dwi Astutik. Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta kronologi yang menyebabkan mereka terlantar dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal.
Berdasarkan hasil asesmen, mereka berangkat ke Bali setelah memperoleh informasi lowongan pekerjaan dari seorang teman yang sebelumnya bekerja di proyek lain. Mereka kemudian bekerja di proyek pembangunan hotel. Namun, baru sekitar empat hari bekerja, mandor yang merekrut mereka tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan tidak dapat dihubungi.
“Mereka berangkat ke Bali dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Namun setelah mandor menghilang, mereka kehilangan kepastian kerja sekaligus tidak memiliki biaya untuk kembali ke daerah asal,” terang Suwartini.
Kondisi tersebut membuat mereka harus mencari cara untuk dapat kembali ke Garut. Dengan keterbatasan biaya, rombongan menempuh perjalanan secara estafet dengan menumpang kendaraan. Dari Bali, mereka menumpang truk menuju pelabuhan penyeberangan. Bantuan Rp150 ribu dari keluarga di kampung digunakan untuk membayar biaya penyeberangan, sementara seorang sopir truk turut memberikan makanan ringan selama perjalanan.
Setelah tiba di Banyuwangi, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang truk lain menuju wilayah Jawa Timur. Kendaraan yang ditumpangi sempat mengalami kerusakan di kawasan hutan. Mereka kemudian kembali mencari tumpangan hingga tiba di Pasuruan, sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan menumpang kendaraan menuju Sidoarjo.
Sesampainya di Sidoarjo, kedelapan pencari kerja tersebut mendatangi kepolisian untuk meminta pertolongan. Penanganan kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo hingga akhirnya mereka dirujuk ke Dinsos Jatim untuk mendapatkan layanan lebih lanjut.
Dinsos Jatim selanjutnya melakukan penanganan sesuai hasil asesmen dan kondisi kedelapan pencari kerja tersebut. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama berada dalam penanganan, sekaligus membantu proses kepulangan ke daerah asal.
Penanganan ini menjadi bagian dari upaya layanan sosial bagi warga yang mengalami kondisi terlantar dan berada jauh dari daerah asal. Melalui asesmen serta koordinasi lintas wilayah, Dinsos Jatim berupaya memastikan warga yang berada dalam situasi rentan mendapatkan pendampingan hingga dapat kembali dengan aman.(ri)
