Surabaya, 21 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan pentingnya kemampuan digital bagi santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kepesantrenan.
“Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan digital menjadi kebutuhan agar santri bisa berinovasi, menyebarkan dakwah, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya dalam kegiatan Santri Digital Camp 2026 di Surabaya, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya pada 20–24 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Santri Digital Camp 2026 mengusung tema “Mencetak Santriwati Kreatif, Inovatif, dan Cakap Digital untuk Dakwah dan Pengembangan Pesantren”. Sebanyak 40 santri putri dan pegiat media pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini.
Founder sekaligus Pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, H. Helmy M Noor, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membekali santriwati dengan keterampilan digital yang dapat dimanfaatkan untuk dakwah dan pengembangan pesantren.
Materi pelatihan meliputi public speaking, kreativitas dan pembuatan konten digital, personal branding, serta digital dakwah. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan menyampaikan pesan dakwah secara menarik melalui berbagai platform digital.
Pesantren Digipreneur Al Yasmin juga menyediakan beasiswa berupa pembebasan biaya pendidikan, akomodasi, dan atribut kegiatan bagi peserta terpilih.
Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya santriwati yang kreatif, inovatif, dan terampil memanfaatkan teknologi digital, sekaligus memperluas jangkauan dakwah Islam dan informasi pesantren kepada masyarakat. (jal)
