Lumajang, 18 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Sebuah undangan ke Festival Literasi Kabupaten tidak hanya menjadi kesempatan untuk hadir dalam sebuah kegiatan. Bagi Pengelola Perpustakaan Desa Burno, Suhariyanto, momentum tersebut menjadi ruang untuk belajar dan melihat bagaimana gerakan literasi dapat dikembangkan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di desa.
Suhariyanto menjadi salah satu pengelola perpustakaan desa yang mendapat undangan menghadiri Festival Literasi di tingkat Kabupaten Lumajang. Kehadirannya diharapkan tidak berhenti sebagai partisipasi dalam kegiatan, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan gagasan yang nantinya bisa dibawa kembali ke Desa Burno.
“Undangan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan menambah wawasan. Apa yang kami dapat dari kegiatan ini nantinya bisa menjadi bahan untuk mengembangkan kegiatan literasi di Desa Burno,” ujar Suhariyanto.
Menurutnya, pengembangan perpustakaan desa membutuhkan kegiatan yang mampu membuat masyarakat merasa dekat dan tertarik untuk memanfaatkannya. Karena itu, pengalaman dari kegiatan literasi di tingkat kabupaten dapat menjadi referensi untuk melihat kemungkinan pengembangan aktivitas di perpustakaan desa.
Bagi masyarakat Burno, manfaat dari keikutsertaan tersebut diharapkan dapat dirasakan melalui kegiatan perpustakaan yang semakin relevan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk menghadirkan aktivitas membaca, belajar, maupun kegiatan literasi lain sesuai kebutuhan warga.
Kehadiran pengelola perpustakaan desa dalam kegiatan tingkat kabupaten juga membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan pengelola maupun pegiat literasi lainnya. Dari ruang tersebut, perpustakaan desa dapat memperoleh perspektif baru mengenai cara menghidupkan kegiatan literasi di lingkungan masyarakat.
Suhariyanto berharap pengalaman yang diperoleh dari Festival Literasi dapat diterapkan secara bertahap di Desa Burno.
“Harapannya, ada hal-hal baik yang bisa kami bawa pulang dan disesuaikan dengan kondisi di desa, sehingga perpustakaan bisa semakin bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan demikian, kehadiran pengelola Perpustakaan Desa Burno di Festival Literasi Kabupaten bukan sekadar memenuhi undangan. Ada pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat dibawa pulang untuk menjadi bahan pengembangan layanan literasi di desa.
Pada akhirnya, kegiatan tersebut diharapkan ikut memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat Burno, sekaligus mendekatkan akses warga terhadap bacaan dan pengetahuan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/
