Surabaya, 21 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Munculnya sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban di Surabaya menimbulkan kegelisahan sebagian warga dari berbagai suku yang selama ini hidup berdampingan. Kekhawatiran bukan hanya terkait gangguan keamanan, tetapi juga munculnya gesekan, ketegangan, serta respons terhadap persoalan penataan kota yang berpotensi mengganggu suasana guyub dan rukun.
Dalam situasi tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya hadir menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah bersama: kota yang damai, guyub, rukun, saling menghormati dan saling menolong.
Ketua FPK Surabaya, Hosleh Abdullah atau Cak Dullah, mengatakan seluruh warga harus mendapatkan penghormatan yang sama.
«“Kami ingin tegaskan bahwa Surabaya, kota kita ini, memberi penghormatan kepada semua.”»
Cak Dullah juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menata kota.
«“Kami apresiasi Wali Kota dalam upayanya menata kota. Memang akan ada yang terdampak, tetapi mari kita pahami niat Wali Kota adalah baik karena ini untuk kemaslahatan warga Surabaya kebanyakan.”»
FPK mendukung langkah-langkah perbaikan Surabaya, termasuk penataan parkir, UMKM dan keteraturan kota. Namun, FPK juga mendorong agar setiap persoalan yang menimbulkan dampak bagi masyarakat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, sehingga perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi konflik sosial.
Gangguan keamanan tidak boleh dibiarkan, tetapi respons terhadapnya juga jangan sampai melahirkan prasangka, stigma atau pertentangan antarkelompok.
Karena itu, FPK mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas maupun narasi yang mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, mengapresiasi langkah FPK dalam menjaga kebersamaan dan pembauran masyarakat. Ia juga mendorong agar kegiatan dan pesan positif FPK dipublikasikan lebih luas melalui media sosial.
«“Apa yang dilakukan oleh FPK juga perlu dipublikasikan melalui media sosial. Saya akan bantu,” ujar Tundjung.»
FPK menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Merawat kebhinekaan berarti memastikan setiap warga merasa menjadi bagian dari Surabaya.
Surabaya adalah rumah kita bersama.
Berbeda suku, satu Surabaya. Berbeda budaya, tetap satu persaudaraan.
FPK SURABAYA
MERAWAT KEBHINEKAAN, MERAWAT SURABAYA
