Lumajang, 17 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjadi kader bukan sekadar soal seberapa sering mengikuti kegiatan organisasi. Lebih jauh, ada tanggung jawab untuk mampu menggerakkan organisasi, membina generasi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Semangat itulah yang dibawa dalam Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut dibuka di Aula BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lumajang tersebut dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lumajang Agus Setiawan mewakili Bupati Lumajang.
Dalam sambutan Bupati Lumajang yang dibacakan Agus Setiawan, disampaikan bahwa Latin dan Latpel menjadi momentum untuk memperkuat fondasi, meningkatkan kapasitas kader, serta membangun sistem kaderisasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Kader yang baik bukan hanya kader yang mampu mengikuti kegiatan, tetapi kader yang mampu menggerakkan organisasi, membina generasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan Bupati Lumajang.
Pesan tersebut menempatkan kaderisasi bukan hanya sebagai proses menyiapkan pengurus atau anggota organisasi. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi ruang untuk membangun kemampuan mengambil peran dan memberi kontribusi di lingkungan masing-masing.
Bagi organisasi kepelajaran, kemampuan tersebut menjadi penting karena generasi muda menghadapi perubahan yang terus berlangsung. Kader perlu memiliki bekal yang cukup agar mampu menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan generasi.
Dalam sambutan tersebut juga ditekankan bahwa rekonstruksi organisasi tidak semestinya dimaknai sebagai meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang telah menjadi fondasi.
Sebaliknya, rekonstruksi diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), menjaga tradisi keilmuan, memperkokoh persaudaraan, serta membangun organisasi yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Rekonstruksi harus menjadi upaya untuk memperkuat nilai-nilai Aswaja, menjaga tradisi keilmuan, memperkokoh persaudaraan, serta membangun organisasi yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dengan semangat itu, perubahan dalam organisasi tidak diposisikan sebagai pemutusan dengan nilai yang telah ada. Perubahan justru menjadi ruang untuk mencari cara baru agar nilai tersebut tetap dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Latin dan Latpel menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kemampuan instruktur dan pelatih yang nantinya berperan dalam proses kaderisasi. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan membantu organisasi membangun proses kaderisasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memandang IPNU-IPPNU memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
Kader muda diharapkan memiliki komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“IPNU-IPPNU memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan dan memiliki komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pesan Bupati Lumajang.
Pesan tersebut memperluas makna kaderisasi. Kemampuan organisasi tetap penting, tetapi kader juga diharapkan memiliki karakter dan wawasan yang dapat menjadi bekal ketika mengambil peran di tengah masyarakat.
Kegiatan Latin dan Latpel berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 September 2026 di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM Kabupaten Lumajang.
Selama proses tersebut, peserta mendapatkan ruang untuk memperkuat kapasitas sebagai instruktur dan pelatih. Mereka menjadi bagian penting dalam keberlanjutan proses kaderisasi di lingkungan IPNU-IPPNU Kabupaten Lumajang.
Bagi masyarakat, kualitas kaderisasi organisasi kepelajaran memiliki arti ketika anak-anak muda yang tumbuh di dalamnya mampu membawa nilai positif ke lingkungan sekitar. Kemampuan berorganisasi dapat menjadi bekal untuk membangun komunikasi, bekerja bersama, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial.
Pada akhirnya, kekuatan kaderisasi tidak hanya terlihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Ukurannya juga dapat dilihat dari bagaimana kader tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil tanggung jawab, membina sesama, dan memberikan manfaat.
Melalui Latin dan Latpel, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lumajang berupaya memperkuat fondasi tersebut: menjaga nilai yang menjadi pijakan, meningkatkan kapasitas kader, sekaligus menyiapkan organisasi agar tetap mampu menjawab tantangan generasi muda. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
