Surabaya, 8 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informatikan Provinsi Jawa Timur berkolaborasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur (DPMPTSP) membahas penguatan sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta pengembangan potensi ekonomi Jawa Timur dalam talkshow Merawat Bumi Majapahit di Radio Suara Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja melalui pertumbuhan industri. Potensi tersebut didukung hampir 800 ribu perusahaan, dengan sekitar 75 persen diantaranya merupakan perusahaan kecil.
Sigit juga menyampaikan, pertumbuhan industri dan investasi perlu diikuti bersama kesiapan sumber daya manusia. Penyiapan kompetensi tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, terlebih di tengah perkembangan digitalisasi yang turut mengubah kebutuhan dunia kerja. “Kita harus menyiapkan kompetensi sesuai dengan pasar kerja saat ini, apalagi di era digitalisasi. Kita harus siapkan lebih awal untuk menangkap peluang pasar, baik dalam negeri maupun luar,”tambahnya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Provinsi Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian mengatakan, Pemprov Jawa Timur terus memfasilitasi pelaku usaha untuk memperluas akses pasar melalui business matching serta keikutsertaan dalam berbagai pameran di dalam dan luar negeri
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informatikan Provinsi Jawa Timur berkolaborasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur (DPMPTSP) membahas penguatan sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta pengembangan potensi ekonomi Jawa Timur dalam talkshow Merawat Bumi Majapahit di Radio Suara Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja melalui pertumbuhan industri. Potensi tersebut didukung hampir 800 ribu perusahaan, dengan sekitar 75 persen diantaranya merupakan perusahaan kecil.
Sigit juga menyampaikan, pertumbuhan industri dan investasi perlu diikuti bersama kesiapan sumber daya manusia. Penyiapan kompetensi tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, terlebih di tengah perkembangan digitalisasi yang turut mengubah kebutuhan dunia kerja. “Kita harus menyiapkan kompetensi sesuai dengan pasar kerja saat ini, apalagi di era digitalisasi. Kita harus siapkan lebih awal untuk menangkap peluang pasar, baik dalam negeri maupun luar,”tambahnya.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Provinsi Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian mengatakan, Pemprov Jawa Timur terus memfasilitasi pelaku usaha untuk memperluas akses pasar melalui business matching serta keikutsertaan dalam berbagai pameran di dalam dan luar negeri
Lucky menambahkan, pengembangan Desa Devisa juga terus didorong agar pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekspor tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi menjangkau wilayah pelosok Jawa Timur. Hingga saat ini, terdapat sekitar 313 Desa Devisa di Jawa Timur dan hampir seluruhnya telah menjadi eksportir langsung.
Koordinator Tim Kerja Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Yuswanto, mengatakan Capaian investasi di Jawa Timur dari tahun 2025 ke 2026 sudah memenuhi target. Artinya minat investor ke Jatim kuat, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Dengan keunggulan yang dimiliki dan ditunjang oleh infrastruktur yang bagus, Jawa Timur adalah tempat yang menjanjikan untuk investasi.
Melalui kolaborasi kegiatan ini, Pemprov Jawa Timur terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus memperluas aktivitas ekonomi hingga ke berbagai wilayah di Jawa Timur. (yan)
