Surabaya, 11 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menjelang keberangkatan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, seluruh peserta Kafilah Jawa Timur mendapat pembekalan penguatan kepercayaan diri bertajuk “Taqwa dan Ceria Bermental Juara”, Kamis (10/9/2026).
Pembekalan tersebut disampaikan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Ali Azis, dan diikuti seluruh peserta Kafilah Jatim sebagai bagian dari rangkaian akhir persiapan sebelum bertolak ke arena MTQ Nasional.
Dalam pembekalan itu, para peserta diajak membangun mental yang kuat, percaya diri, serta mampu menjaga ketenangan saat tampil di hadapan dewan hakim. Mental juara menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan selain kemampuan teknis sesuai cabang musabaqah yang diikuti.
Prof. Dr. KH. Ali Azis menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri dengan tetap berlandaskan ketakwaan. Peserta diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga mampu menjadikan MTQ sebagai momentum untuk menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membangun akhlak yang baik.
Konsep “Taqwa dan Ceria Bermental Juara” juga diarahkan untuk menciptakan suasana pembinaan yang positif. Para peserta didorong agar menghadapi kompetisi dengan penuh optimisme, tidak terbebani tekanan, serta mampu menikmati setiap tahapan perlombaan.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam memantapkan kesiapan psikologis Kafilah Jatim. Setelah melalui proses seleksi dan pembinaan secara bertahap sejak beberapa bulan sebelumnya, para peserta kini diarahkan untuk memasuki kompetisi nasional dengan kesiapan yang lebih utuh, baik dari sisi kemampuan maupun mental.
Kafilah Jawa Timur sendiri telah menjalani rangkaian seleksi, pelatihan dan pembinaan secara berjenjang. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang diberangkatkan merupakan peserta terbaik yang siap mewakili Jawa Timur pada MTQ Nasional 2026.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an sesuai cabang masing-masing, pembinaan juga diarahkan pada pembentukan karakter peserta. Nilai sportivitas, adab, akhlakul karimah dan kemampuan menjaga nama baik daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan Kafilah Jatim.
Dengan pembekalan mental tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu tampil maksimal ketika memasuki arena MTQ XXXII Tingkat Nasional di Kota Semarang. Kepercayaan diri yang dibangun diharapkan dapat membantu peserta mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa merasa terbebani oleh target maupun persaingan dengan kafilah dari provinsi lain.
Para peserta juga diingatkan bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi situasi perlombaan. Konsentrasi, ketenangan, keyakinan terhadap kemampuan diri, serta doa menjadi bekal penting sebelum peserta tampil.
Pembekalan “Taqwa dan Ceria Bermental Juara” sekaligus menjadi penguatan terakhir bagi Kafilah Jatim sebelum keberangkatan menuju Semarang. Seluruh peserta diharapkan membawa semangat yang sama untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga kehormatan Jawa Timur.
MTQ XXXII Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang menjadi ajang bagi para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkompetisi sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an. Kafilah Jatim datang dengan persiapan yang telah dilakukan secara bertahap dan terukur.
Melalui persiapan teknis dan mental yang berjalan beriringan, Kafilah Jatim diharapkan mampu tampil percaya diri, ceria, sportif dan bermental juara di setiap cabang yang diikuti. (jal)
