Lumajang, 22 Oktober 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Edukasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu kunci agar program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kader PKK didorong menyesuaikan materi penyuluhan dengan kebutuhan keluarga dan kondisi lingkungan setempat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan pentingnya pendekatan edukasi yang praktis dan berorientasi pada manfaat nyata dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang di Kantor Kepala Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Selasa (20/10/2026).
Menurut Dewi, keberhasilan program PKK tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Program perlu mendorong perubahan positif yang dapat dirasakan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Edukasi kepada masyarakat hendaknya dilakukan melalui hal-hal yang mudah dipahami, praktis, dan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dewi menilai, kader PKK memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungannya. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk mengenali persoalan masyarakat sekaligus menyampaikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan setempat.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap program. Partisipasi warga diperlukan agar kegiatan pemberdayaan tidak berhenti setelah penyuluhan atau kegiatan selesai, tetapi dapat berlanjut menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan PKK harus mampu melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan demikian, program yang dilaksanakan tidak hanya berjalan sesaat, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dewi menekankan pentingnya prinsip 3K, yakni kekompakan, koordinasi, dan kerja sama di antara seluruh kader. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi setiap kelompok kerja (Pokja) untuk saling mendukung dan menyelaraskan program, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.
Keterpaduan antarpokja diharapkan membantu organisasi memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program dapat lebih terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain edukasi dan kolaborasi, Dewi mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik melalui administrasi tertib, transparansi, serta evaluasi berkala. Evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan kegiatan, mengenali kendala, dan menentukan langkah perbaikan.
Melalui edukasi yang aplikatif, partisipasi masyarakat, dan koordinasi kader yang solid, TP PKK Kabupaten Lumajang diharapkan semakin mampu menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan keluarga.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan peran PKK dalam mendorong kemandirian keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
