Surabaya, 22 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Dinas Kominfo Jatim) menggelar Sosialisasi Jatim Public Relations Award (JPRA) 2026 yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, dan Berkelanjutan” di kantor Dinas Kominfo Jatim, Senin (21/9/2026), yang diikuti perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan JPRA 2026 menjadi pemicu bagi para pengelola media komunikasi publik untuk meningkatkan taraf pengelolaan informasinya.
“JPRA ini menjadi pemicu teman-teman semua untuk naik kelas. JPRA Tahun 2026 ini bukan lagi sekadar mengunggah konten, tetapi bagaimana media sosial kita berdampak dan mengikutsertakan partisipasi publik. Garis besar transformasi JPRA 2022 – 2026, bukan hanya berubah kategori tetapi berubah cara memandang kinerja humas, mulai dari karya, performa, strategi, evaluasi, dampak, dan partisipasi publik, ” kata Sherlita.
Sherlita juga menyampaikan bahwa independensi penuh dalam proses penilaian sepenuhnya diserahkan kepada dewan juri independen yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi kehumasan, dan praktisi media tanpa intervensi internal.
Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Lembaga Dinas Kominfo Jatim, Eko Setiawan menjelaskan kualitas teknis dan visual menjadi salah satu bagian yang diperhatikan, termasuk bagaimana karya mampu menyajikan tampilan dan kualitas teknis secara detail. Pada unsur pesan dan konten, penilaian memperhatikan bobot orisinalitas, kekuatan storytelling, relevansi isu, akurasi data, kelengkapan informasi, serta kesesuaian karya dengan tema JPRA 2026.
“Melalui penyempurnaan kriteria dan penambahan sasaran peserta hingga tingkat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), kami berharap JPRA 2026 dapat melahirkan inovasi komunikasi publik yang inklusif, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan informasi masyarakat Jawa Timur,” kata Eko
Ketua Perhumas Surabaya, Indriani Siswati menyampaikan bahwa merancang kampanye publik harus berorientasi pada pemecahan masalah dengan berbasis pada isu nyata serta human insight, sehingga mampu mendorong perubahan persepsi hingga perilaku masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, akademisi komunikasi dari Unesa, Puteri Aisyiyah Rachma, mengatakan pergeseran tolok ukur publik engagement di era digital tidak lagi berpatokan pada jumlah likes atau views, melainkan pada tingkat kepercayaan dan aksi nyata publik, dengan mengajak humas pemerintah untuk meninggalkan press release syndrome.
Sedangkan Founder Good News From Indonesia, Akhyari Hananto menyampaikan bahwa prinsip pengelolaan media sosial yang efektif adalah konsisten artinya akun harus terus aktif dan diperbarui secara berkala (tidak berhenti mendadak), terencana yakni memiliki perencanaan (content plan) yang terstruktur, serta profesional dan relevan, dimana tampilan visual, kombinasi warna, hingga pemilihan topik harus tertata rapi dan relevan dengan audiens.
Kategori lomba JPRA tahun 2026 adalah Website, Media Sosial, Konten Video Kreatif, Media Audio Visual dan Program Komunikasi Publik. Sedangkan timeline JPRA 2026, untuk sosialisasi pada 21 September, pendaftaran pada 21-27 September, pengiriman karya pada 19–24 Oktober dan Penjurian pada 25–31 Oktober, sementara awarding digelar pada November 2026.
JPRA merupakan ajang penghargaan tahunan bagi praktisi humas pemerintah sebagai tolok ukur kinerja dalam menjalankan fungsi diseminasi informasi, menyampaikan program, kebijakan, capaian, maupun prestasi pemerintah kepada masyarakat guna meningkatkan citra positif Pemerintah.
Tema JPRA 2026 “Jatim Unggul, Maju, dan Berkelanjutan” menggambarkan tekad Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing daerah, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor. Tema ini mencerminkan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. (yan)
