More
    BerandaPendidikanMahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Malaiscope, Alat Deteksi Malaria yang Akurat

    Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Malaiscope, Alat Deteksi Malaria yang Akurat

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 24 Juni 2026  | Draft Rakyat Newsroom – Keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan dalam penanganan berbagai penyakit menular di Indonesia, termasuk malaria. Hal tersebut menjadi alasan banyaknya keterlambatan dalam proses diagnosis penyakit dan menurunkan peluang kesembuhan pasien dengan cepat.

    Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mendapatkan pendanaan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan mendorong hadirnya Malaiscope, inovasi sistem cerdas klasifikasi sel darah otomatis untuk diagnosis malaria.

    Anggota tim berasal dari mahasiswa Vokasi. Di antaranya, Stefanus Adi Nugraha (FV), Stefanus Adi, Rani Dwi, Mutia Nastiti, Habib Aulia dan mahasiswa FISIP Ardhia Hanindya. Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan akses kesehatan, terutama dalam penanganan malaria.

    “Karena sumber daya manusia kami berasal dari bidang kesehatan, teknis, dan sosiologi, tentunya kami mencoba untuk menjadi inisiator dan inovator dari masalah yang terjadi di lapangan,” tutur Stefanus.

    Komitmen Melalui Kolaborasi Anggota

    Merujuk pada data, di Indonesia masih ditemukan ratusan ribu kasus malaria yang diiringi angka kematian yang signifikan. WHO pun telah menegaskan bahwa peningkatan kapasitas diagnosis dan pengobatan yang tepat merupakan syarat utama eliminasi malaria nasional.

    Namun, wilayah kantong penyebaran malaria di daerah terpencil kerap menghadapi keterbatasan akses tenaga kesehatan, fasilitas laboratorium, dan teknologi diagnosis, sehingga memicu keterlambatan deteksi kasus.

    Habib memaparkan, cara kerja Malaiscope dirancang untuk mendeteksi parasit malaria pada sel-sel darah merah. Perbandingan dengan metode konvensional, alat ini memiliki keunggulan berupa hasil deteksi yang akurat, cepat, dan presisi. Sehingga, keberadaan teknologi ini akan sangat mempermudah kerja analis laboratorium dalam menentukan status infeksi pasien secara efisien.

    “Kami berharap Malaiscope dapat membantu meningkatkan akses diagnosis malaria yang cepat, akurat, dan terjangkau di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan tenaga kesehatan maupun fasilitas laboratorium,” tambah Rani.

    Visi Keberlanjutan Inovasi

    Ia berharap dapat memberikan harapan besar dalam kelangsungan penelitian dan gagsan inovasi Malaiscope ini. Keinginan berkontribusi untuk menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil menjadi semangat yang akan terus dibawa. “Harapan kami, inovasi alat deteksi malaria ini dapat terus dikembangkan agar lebih akurat, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata dalam membantu deteksi dini serta meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” ucap Mutia.(rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru