Lamongan, 11 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memastikan ketersediaan air untuk pertanaman padi musim tanam kedua (MT II) melalui monitoring kondisi jaringan irigasi Bengawan Jero dan Dam Corong, Senin (10/8). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga suplai air di wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih memasuki masa tanam.
Monitoring dilakukan di wilayah Kecamatan Glagah hingga Dam Corong yang berada di perbatasan Lamongan-Gresik. Hasil pemantauan menunjukkan wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen, sementara sebagian wilayah hilir Gresik telah selesai panen dan mulai beralih pada aktivitas tambak.
Di sisi lain, kebutuhan air baku Bengawan Jero pada Agustus masih cukup tinggi, khususnya untuk wilayah tengah dan dalam yang masih melakukan pertanaman padi. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Lamongan memperkuat koordinasi lintas wilayah agar ketersediaan air tetap terjaga dan pertanaman MT II dapat berlangsung optimal.
Koordinasi dilakukan bersama Camat Glagah dan Kepala Desa Wedoro untuk mengimbau masyarakat yang telah selesai panen agar menunda aktivitas menaikkan air untuk tambak. Penundaan dilakukan sementara untuk memberikan kesempatan pemenuhan kebutuhan air bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih membutuhkan suplai irigasi.
Pemkab Lamongan juga berkoordinasi dengan petugas pengelola Dam Corong dari sumber daya air Provinsi Jawa Timur. Saat ini, dua dari lima pintu Dam Corong dibuka sebagai bagian dari pengaturan aliran sekaligus upaya menahan masuknya air asin agar tidak lebih cepat naik ke wilayah hulu.
Koordinasi turut dilakukan dengan UPT Provinsi perwakilan Gresik-Lamongan untuk mengatur operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik secara bergantian. Pengaturan tersebut diharapkan dapat menjaga kestabilan debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan pertanian Lamongan.
Pemkab Lamongan juga berdialog dengan petani di wilayah hilir Dam Corong yang melakukan aktivitas tambak. Petani diminta mengatur penggunaan pompa secara bergantian dengan mempertimbangkan kebutuhan air pertanian Lamongan yang saat ini cukup tinggi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi Pemkab Lamongan dalam menghadapi musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan air untuk pertanaman padi MT II tetap terpenuhi dan antisipasi kekeringan.(dit)
