Surabaya 21 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Kabupaten Blitar sukses menjadi pusat perhatian para pecinta sepeda off-road melalui perhelatan Nggravel Blitar 2026. Event besutan Mainsepeda itu tidak sekadar menjadi ajang sepeda, tapi juga dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian lokal dan promosi pariwisata di wilayah berjuluk Bumi Bung Karno tersebut.
Nggravel Blitar digelar pada Minggu, 19 April 2026. Start dilakukan dari Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, pada pukul 05.30 WIB untuk kategori race. Selang satu jam, giliran kategori non-race yang bertolak menuju lokasi finish di Museum Penataran.
Komitmen Mainsepeda dalam mendorong sport-tourism tecermin dari pemilihan rute yang mengeksplorasi keindahan alam Blitar secara mendalam. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, event itu diproyeksikan mampu memperkenalkan potensi daerah ke level nasional, mulai dari sektor pariwisata hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Bupati Blitar H Rijanto mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Mainsepeda karena telah menyelenggarakan event sepeda gravel untuk kedua kalinya di Blitar. “Hari ini yang datang dari semua penjuru kota, tidak hanya Blitar, Jawa Timur. Bahkan luar Jawa Timur juga banyak yang hadir,” ujar Rijanto.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Khusna Lindarti menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan lampu hijau dan fasilitas terbaik untuk kelancaran acara ini. Pihaknya melihat Nggravel Blitar menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah lebih luas.

“Kami sangat bangga dan mendukung apalagi ini sifatnya event nasional. Harapannya secara tidak langsung potensi alam dan UMKM kami akan tereksplorasi lebih luas,” ujar Khusna Lindarti saat menjelaskan visi kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara event.
Edisi kedua Nggravel Blitar ini membawa daya tarik lebih besar dengan menjelajahi rute yang lebih luas, dari sisi utara hingga selatan Kabupaten Blitar. Azrul Ananda, founder Mainsepeda, bahkan menjuluki kabupaten ini sebagai pusat permainan off-road terbaik di tanah air. Julukan tersebut didasarkan pada variasi medan yang menantang sekaligus memanjakan mata para peserta.
“Terima kasih Pemerintah Kabupaten Blitar yang men-support karena anda punya ‘Disney Land-nya off-road’, jadi gak semua kota punya hal yang sama,” kata Azrul Ananda dalam sebuah kesempatan terbaru, mengapresiasi keunikan lanskap Blitar yang jarang ditemukan di daerah lain.
Guna menjamin kelancaran, Pemkab Blitar secara pro-aktif menerjunkan tim medis dan armada keamanan di sepanjang rute. Dinas Kesehatan telah menyiapkan empat unit mobil ambulans serta tim puskesmas rujukan di tiga titik Check Point (CP) untuk memitigasi risiko insiden, terutama mengingat tantangan handling sepeda di tengah potensi cuaca hujan.
“Kita akan optimalkan apa yang dibutuhkan. Pertama kaitannya dengan CP, menyediakan sarana kesehatan dan memperbantukan tim puskesmas di tiga lokasi CP. Selain itu, start di Kantor Bupati dan finish di Museum Penataran juga kita fasilitasi,” imbuh Khusna terkait detail dukungan teknis di lapangan.
Dari sisi partisipasi, Nggravel Blitar 2026 mencatatkan lonjakan tajam dengan kehadiran 360 cyclist Menariknya, sekitar 85 persen dari total peserta merupakan pendatang dari luar Blitar Raya. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak ekonomi dari event ini pun semakin potensial. Sebab, peserta-peserta dari luar Blitar Raya tersebut memadati penginapan di sekitar area start dan finish. Selain itu, sektor UMKM juga terimbas positif oleh penyelenggaraan Nggravel Blitar. Misalnya salah satunya, kehadiran stand UMKM yang menyuguhkan kuliner lokal khas Blitar, seperti Es Pleret, di race village atau area finish peserta.
Kehadiran ratusan peserta dari luar kota ini menjadi peluang besar bagi Pemkab Blitar untuk memamerkan beragam komoditas unggulan. Khusna menyebutkan bahwa Blitar memiliki banyak titik ikonik yang layak dikunjungi, mulai dari wisata edukasi hingga keindahan pesisir yang sedang naik daun.
“Tentu kita ingin menunjukkan potensi Kabupaten Blitar. Ada kampung coklat yang sangat representatif, keindahan pantai di JLS (Jalur Lintas Selatan), dan Museum Penataran. Ada pula potensi peternakan dan pertanian kami seperti perkebunan pisang cavendish dan nanas,” tambah Khusna penuh optimisme.
Kategori Race Dihadirkan Perdana, Langsung Seru dan Kompetitif
Inovasi juga hadir melalui pembukaan kategori race untuk pertama kalinya dengan jarak tempuh 100 km, melengkapi kategori non-race sejauh 80 km. Penyelenggara menerapkan aturan ketat seperti larangan penggunaan e-bike dan kewajiban mandiri (unsupported) untuk menjaga sportivitas serta esensi dari olahraga gravel itu sendiri.
Nama-nama dari beragam kota menghiasi list pemenang Nggravel Blitar 2026 di berbagai kategori. Di kategori MTB, empat juara dari empat kelas berbeda, diraih peserta dari empat kota berbeda. Di kategori MTB Men 34 and Under, jagoan tuan rumah (Blitar) Adrian Kurniawan tampil perkasa. Selanjutnya di kategori MTB Men 35-44, nama Berry Perdana Putra asal Jakarta keluar menjadi finisher pertama.
Di kategori MTB Men 45 and Up, peserta asal Mataram (NTB) I Made Karang berhasil meraih podium pertama. Adapun di kategori MTB Women 30 and Up, Zanira Hanifah asal surabaya tampil sebagai pemenang.
Sementara itu, di kategori Gravel Bike, atlet nasional asal Tangerang yang baru saja mengamankan tiket Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026, Yusuf Kibar, berhasil finish tercepat di kategori Gravel Men 34 and Under. Di kategori Gravel Men 35-44, Trihadi Siswanto asal Sidoarjo berhasil mengamamkan posisi pertama. Selanjutnya di kategori Gravel Men 45 and Up, John Boemihardjo asal Surabaya menjadi finisher pertama.
Sementara di kategori Women, Maghfirotika Marenda asal Sukoharjo berhasil mengamankan tempat pertama di Gravel Women 29 and Under serta Ivo Ananda asal Surabaya yang menjadi pemenang di kategori Gravel Women 30 and Up.(cla)
