Surabaya, 9 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas fisik bukan hanya kebutuhan bagi atlet, tetapi bagian penting dari gaya hidup sehat yang perlu dibangun dan dipertahankan sepanjang usia.
Rutinitas bekerja di depan komputer, bepergian menggunakan kendaraan, hingga menghabiskan waktu dengan gawai membuat aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang. Jika berlangsung terus-menerus, pola hidup kurang gerak dapat berdampak pada kebugaran dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Irmantara Subagio, menjelaskan tubuh manusia secara biologis membutuhkan aktivitas untuk menjaga berbagai fungsi tubuh. “Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh,” jelas Irmantara, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kurangnya aktivitas fisik tidak hanya menyebabkan tubuh kehilangan kebugaran. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, hingga stroke.
Persoalannya, sejumlah penyakit tersebut dapat berkembang tanpa selalu diawali gejala yang mudah dikenali. Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan kesehatan untuk mulai membangun kebiasaan hidup aktif. “Justru kebiasaan aktif perlu dibangun sedini mungkin dan dipertahankan sepanjang kehidupan,” ujarnya.
Pada masa pertumbuhan, aktivitas fisik berperan dalam memperkuat tulang dan otot. Aktivitas bergerak juga mendukung perkembangan sistem saraf, kemampuan motorik, koordinasi, serta kebugaran anak. Kebiasaan aktif sejak usia dini selanjutnya dapat menjadi modal untuk membangun gaya hidup sehat ketika memasuki usia remaja dan dewasa.
Bagi masyarakat usia produktif, aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan otot serta daya tahan jantung dan paru-paru. Kebiasaan bergerak juga dapat membantu mempertahankan kebugaran, mengontrol berat badan, menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, serta mengurangi risiko penyakit kronis.
Sementara bagi kelompok lanjut usia, tetap aktif bergerak memiliki manfaat dalam mempertahankan kekuatan, mobilitas, dan keseimbangan tubuh. Aktivitas fisik juga mendukung fungsi kognitif serta membantu lansia tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Tak Harus ke Gym
Membangun kebiasaan aktif tidak selalu membutuhkan olahraga dengan intensitas tinggi ataupun dilakukan di pusat kebugaran. Aktivitas fisik dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Bagi pekerja yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk, misalnya, aktivitas tersebut dapat diselingi dengan berdiri atau berjalan selama dua hingga tiga menit setelah duduk selama 45–60 menit.
Gerakan sederhana juga dapat dimasukkan dalam aktivitas sehari-hari. Memilih menggunakan tangga daripada lift, berjalan ketika menerima atau melakukan panggilan telepon, maupun memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari lokasi tujuan dapat menjadi cara untuk menambah aktivitas fisik. Aktivitas dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat dan bersepeda, juga dapat menjadi pilihan untuk dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan.
“Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau latihan di pusat kebugaran,” pungkas Irmantara.
Momentum Haornas 2026 pun tidak harus dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan olahraga berat. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat mengembalikan aktivitas bergerak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh mulai bermasalah. Kebiasaan kecil yang dibangun sebelum penyakit datang justru dapat menjadi investasi penting bagi kesehatan di masa depan.
Bergerak beberapa menit mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran dan kualitas hidup sepanjang usia. (hjr)
