More
    BerandaUncategorizedRaih Juara Nasional, Mahasiswa FKG UNAIR Gagas AI Petakan Saraf Rahang Pasien

    Raih Juara Nasional, Mahasiswa FKG UNAIR Gagas AI Petakan Saraf Rahang Pasien

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 22 Mei 2026  | Draft Rakyat Newsroom – – Prestasi membanggakan kembali ditoreh mahasiswa Fakultas Kedokteran gigi Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (UNAIR).  Tim yang terdiri dari Akmal Umara Adli, Felice Kanaya Chandra, dan Bayu Cahyo Bintoro meraih juara satu lomba Literature Review. Mereka mengusung ide pemanfaatan AI (Deep Learning) sebagai alat untuk membantu dokter dalam melakukan penanganan operasi bedah. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Departemen Ilmu dan Teknologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah tingkat Nasional.

    Akurasi Tinggi, Keselamatan Pasien Terjamin

    Akmal mengatakan bahwa topik yang mereka bawa adalah tentang pemanfaatan AI Deep Learning untuk membantu dokter secara otomatis dengan memetakkan saraf rahang pasien sebelum melakukan operasi bedah ortognatik atau bedah pemotongan rahang. Ide itu berangkat dari masalah nyata di ruang operasi. Saat memotong rahang, dokter bedah memiliki margin error yang sangat kecil sehingga bila meleset 1-2 meter saja dapat membuat saraf pasien cedera permanen.

    “Oleh karena itu, kami ingin mengetahui apakah teknologi AI saat ini sudah cukup akurat dan aman untuk mengambil alih tugas simulasi pemotongan rahang yang dilakukan oleh manusia,” ujar Akmal. 

    Menurutnya, AI tidak hanya mempercepat kerja dokter dari hitungan jam menjadi hitungan detik, tetapi juga batas akurasi yang juga sangat aman untuk digunakan di ruang operasi. Kebaruan ide dan kerja keras tersebut membawa mereka tersebut yang akhirnya mendapatkan apresiasi dari dewan juri.

    Penelitian pemanfaatan AI Deep Learning ini membawa dampak langsung pada keselamatan pasien dan efisiensi waktu. Awalnya dokter membutuhkan waktu berjam-jam untuk operasi, namun sekarang dengan mudah dipangkas menjadi hitungan detik saja. Hal itu juga membantu mempersingkat antrian operasi sehingga lebih cepat, beban kerja dokter berkurang, dan pasien yang mendapatkan standar keamanan operasi lebih terjamin.

    Saring Ratusan Jurnal Internasional

    Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menyaring dan membaca ratusan jurnal internasional. “Kami seringkali terjebak dengan banyak jurnal yang memiliki judul yang mirip mengenai AI dan rahang. Tetapi, setelah kami baca dan saring isinya untuk kasus cabut gigi bungsu biasa, bukan untuk bedah rahang mayor,” ungkap Akmal.

    Seiring berjalannya waktu, mereka harus bekerja ekstra efisien dengan menggunakan kriteria penyaringan yang ketat agar bisa mencari jalan tengah metodologinya dan menggabungkannya ke dalam satu kesimpulan statistik yang utuh.

    Menuju Implementasi AI di Rumah Sakit Gigi Indonesia

    Mereka berharap naskah itu tidak berhenti hanya sekedar karya lomba saja. Ia berencana untuk menyempurnakan naskah ini agar dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah kedokteran gigi. “Untuk jangka panjang, saya pribadi berharap riset-riset seperti ini bisa terus saya kembangkan hingga tahap skripsi atau proyek lanjutan nanti. Hal ini agar teknologi perencanaan bedah digital (VSP) berbasis AI ini tidak hanya menjadi teori, tetapi juga perlahan dapat diadaptasi di rumah sakit gigi dan mulut di Indonesia,” ujar Akmal. (rin)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru