More
    BerandaUncategorizedSalurkan Bantuan Air Bersih, Bu Khofifah Tawarkan Solusi Strategis Penanganan Bencana Kekeringan

    Salurkan Bantuan Air Bersih, Bu Khofifah Tawarkan Solusi Strategis Penanganan Bencana Kekeringan

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Lamongan, 18 September 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Menyalurkan secara langsung bantuan 3 rit (1.5000 liter) air bersih dan sembako kepada 105 KK (590 jiwa) di Dusun Bulu Desa Mantup pada Jum’at (18/9), Gubernur Khofifah mengungkapkan beberapa solusi strategis untuk penanganan bencana kekeringan. Tidak hanya melalui dropping air bersih juga modifikasi cuaca, beliau mengajak untuk mencari sumber-sumber air untuk dilakukan pengeboran dan kemudian disalurkan menuju daerah-daerah potensial kekeringan.

    “Sebetulnya kita melakukan dari tanggal 3 September lalu operasi modifikasi cuaca. Tetapi ada yang bisa kita lakukan secara lebih strategis ketika menemukan sumber-sumber air terdekat yang memungkinkan untuk bisa diakses dan ditarik ke titik-titik yang mengalami kekeringan atau potensial mengalami kekeringan. Prinsipnya kita harus terus ikhtiar mencari solusi strategis,” ujar Bu Khofifah.

    Tidak hanya memberikan opsi untuk mengidentifikasi sumber-sumber terdekat dan melakukan pengeboran sumur di daerah potensial, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan 70 unit jerigen 15 liter, 150 unit tandon 1.200 liter, dan Rp. 61 juta bantuan air bersih.

    Mendampingi Gubernur Khofifah, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa saat ini di Lamongan terdapat 12 kecamatan dan sekitar 42 dusun yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih terus pula disalurkan oleh pemerintah daerah dan provinsi, adanya solusi pencarian sumber air oleh beliau diharapkan mampu dilaksanakan untuk membantu mengatasi bencana kekeringan.

    “Ada di 12 kecamatan sekitar 42 dusun, dan hari ini kita juga banyak menyalurkan air, hampir tiap hari baik dari pemerintah Kabupaten juga dari pemerintah provinsi. Ini Bu Gubernur terjun langsung untuk memberikan bantuan air dan juga bantuan sembako, dan juga menawarkan beberapa solusi termasuk juga mencari sumber-sumber baru, jadi musim kemarau begini masih bisa ada air,” ucap Pak Yes.

    Mendapatkan bantuan air bersih, Titik (30) mengaku senang dan berterima kasih. Pasalnya saat ini kebutuhan akan air bersih menjadi hal yang sangat penting, terlebih harga air bersih juga dikatakannya menjadi lebih mahal.

    “Memang kekurangan air, terima kasih Bu Gubernur sudah diberikan bantuan air dan sembako. Kami sangat senang, ini untuk berbagai keperluan rumah tangga, masak, mandi. Kami terbantu sekali, dulu beli air 5.000 liter harganya Rp. 120.000 hingga Rp. 130.000 sekarang Rp. 140.000. Kalau yang 8.000 liter dari harga Rp. 150.000 sekarang menjadi Rp.180.000,” terangnya.(dit)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru