Lumajang, 27 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Kabupaten Lumajang menghadirkan dukungan langsung bagi masyarakat melalui program Setor Madu atau sehari ngantor di Kecamatan Terpadu di Kecamatan Yosowilangun, Rabu (26/8/2026). Sejumlah bantuan disalurkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, mahasiswa melanjutkan pendidikan, serta warga memperkuat usaha.
Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) hadir dalam rangkaian kegiatan dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, bantuan diberikan dalam bentuk kemasan produk secara gratis. Dukungan tersebut diharapkan membantu meningkatkan tampilan dan kualitas produk lokal agar lebih siap dipasarkan dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas usaha dan daya tarik bagi konsumen. Karena itu, dukungan kemasan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas pemasaran.
Bunda Indah mengatakan, dukungan kepada UMKM merupakan bagian dari upaya mendorong produk lokal agar semakin berkembang.
“Dukungan kemasan ini diharapkan dapat membantu UMKM lokal meningkatkan kualitas dan daya saing produknya di pasar yang lebih luas,” ujar Bunda Indah.
Di bidang pendidikan, Bunda Indah bersama Mas Yudha menyerahkan bantuan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing sebesar Rp3 juta kepada Dini Nurhafifah dari Universitas Negeri Malang dan Samsul Arifin dari STIT Muhammadiyah Lumajang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan biaya pendidikan dan mendukung mahasiswa penerima untuk terus melanjutkan perkuliahan.
Selain pendidikan, dukungan juga diberikan kepada Mokhoyri berupa bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta untuk memperkuat usaha penjualan bambu.
Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menambah kebutuhan usaha, memperkuat aktivitas penjualan, dan membantu penerima mengembangkan usaha secara bertahap.
Mas Yudha mengatakan, bantuan pemerintah perlu diarahkan agar memiliki manfaat yang berkelanjutan bagi penerimanya.
“Yang kita dorong bukan hanya bantuannya, tetapi bagaimana bantuan ini bisa menjadi pijakan agar masyarakat semakin mandiri dan punya kesempatan untuk berkembang,” tutur Mas Yudha.
Ragam bantuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat memiliki karakter yang berbeda. Pelaku UMKM membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas produk, mahasiswa membutuhkan dukungan agar pendidikan tetap berlanjut, sementara pelaku usaha mikro membutuhkan tambahan modal untuk memperkuat usahanya.
Melalui Setor Madu, pemerintah daerah juga berupaya mendekatkan pelayanan dengan masyarakat. Kehadiran kepala daerah di tingkat kecamatan menjadi ruang untuk melihat kondisi warga secara langsung sekaligus memastikan dukungan pemerintah dapat diarahkan pada kebutuhan yang nyata.
Bagi masyarakat, pendekatan tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan pemerintah. Warga dapat menyampaikan kebutuhan dan potensi yang dimiliki, sementara pemerintah memperoleh gambaran lebih nyata mengenai persoalan yang perlu ditindaklanjuti.
Bantuan yang diterima diharapkan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Kemasan dapat digunakan untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM, bantuan UKT membantu keberlanjutan pendidikan mahasiswa, sedangkan modal usaha dapat memperkuat aktivitas ekonomi penerima.
Dari Yosowilangun, Setor Madu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya melalui dukungan di bidang ekonomi dan pendidikan. Ketika bantuan diikuti dengan pemanfaatan yang tepat dan semangat untuk berkembang, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh penerima, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya. (MC Diskominfo Kab. Lumajang)
