Trenggalek 23 Mei 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PPSAA) Trenggalek Dinas Sosial Jawa Timur terus mendorong kegiatan edukatif dan produktif bagi penerima manfaat. Salah satunya melalui pembuatan dan penanaman kebun tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan UPT.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pegawai dan penerima manfaat dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dalam kegiatan ini, penerima manfaat diajak terlibat langsung mulai dari menyiapkan lahan, menanam berbagai jenis tanaman obat dan tanaman hias, hingga mempelajari cara merawat tanaman dengan baik.
Beberapa jenis tanaman yang ditanam antara lain jahe, kunyit, serai, dan berbagai tanaman herbal lainnya yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala UPT PPSAA Trenggalek, Yudha Indra Kusuma, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan kebun TOGA tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi penerima manfaat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.
“Kami mengajak penerima manfaat untuk ikut terlibat langsung dalam pembuatan kebun TOGA ini agar mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, tanaman obat keluarga juga memiliki manfaat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan berkebun juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus melatih keterampilan dan kemandirian anak. Melalui aktivitas tersebut, penerima manfaat didorong untuk aktif, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Suasana kebersamaan tampak selama proses penanaman dan penataan area kebun berlangsung. Para penerima manfaat bersama pegawai saling bekerja sama menanam dan merawat tanaman dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, UPT PPSAA Trenggalek berharap kebun TOGA dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai sarana edukasi, penghijauan lingkungan, maupun meningkatkan pengetahuan penerima manfaat mengenai pentingnya tanaman obat keluarga untuk kesehatan.(epi)
