Surabaya 24 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation (ASEF) sukses menyelenggarakan peringatan ASEM Day 2026. Mengusung tema One Planet, Infinite Responsibility: Igniting Water, Climate, and Ecosystem Action for the Future We Share, perhelatan ini berlangsung di Hall Lantai 1 Kantor Manajemen Kampus MERR-C pada Kamis (23/4/2026). Acara tersebut menyoroti urgensi kerja sama nyata antara Asia dan Eropa dalam menghadapi tantangan ekosistem global.
Menjembatani Kebijakan Global
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB)Prof Hery Purnobasuki M.Si PhD menerangkan bahwa saat ini terdapat berbagai tantangan lingkungan. Mulai dari kerawanan air, perubahan iklim, hingga degradasi ekosistem yang tidak dapat diatasi secara terpisah.
“Tantangan-tantangan ini memerlukan pendekatan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis ilmu pengetahuan. Komitmen global harus diartikan menjadi tindakan lokal yang lebih bermakna,” ujar Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR tersebut.
Terkait perwujudan komitmen tersebut, Prof Hery menegaskan posisi krusial institusi pendidikan tinggi. UNAIR, katanya, meyakini bahwa universitas memainkan peran strategis dalam mengimplementasikan solusi atas tantangan-tantangan tersebut. “Kami meyakini bahwa universitas memainkan peran strategis sebagai pusat pengetahuan, penggerak inovasi, dan jembatan antara kebijakan global dan implementasi lokal. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kontribusi akademik kami menciptakan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Hery juga mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dan masyarakat luas. Salah satunya melalui kompetisi film pendek yang digelar dalam rangkaian acara tersebut. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang kebijakan dan hasil, tetapi juga tentang kreativitas, dan kesadaran kolektif. Secara inklusif, harapannya dapat menjadi platform yang memperkuat kolaborasi multipihak dalam mencapai pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.
Kreativitas Pemuda sebagai Pilar Masa Depan
Senada dengan Prof Hery, Duta Besar Andri Hadi selaku Gubernur Indonesia untuk Dewan Gubernur Asia-Europe Foundation (ASEF) menegaskan bahwa koneksi Asia dan Eropa kini bukan hanya urusan diplomasi maupun perdagangan. Tetapi juga tanggung jawab terhadap planet yang sama. “Tema tahun ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah fakta nyata. Mengingat perubahan iklim dan krisis air tidak mengenal batas negara, tantangan global ini jelas menuntut respons dan solusi kolektif yang lebih kuat,” papar Andri.
Ia menuturkan, Indonesia terus mengambil langkah transformatif dalam merespons krisis tersebut dengan mengintegrasikan mitigasi karbon biru laut dan kerangka kerja nexus Air-Pangan-Energi ke dalam strategi iklim nasional. “Kita juga bisa melihat tindakan nyata di sini, di Surabaya. Kehadiran fasilitas seperti PSEL Benowo dan Ekowisata Mangrove Wonorejo membuktikan bahwa kota-kota dapat berinovasi dan memimpin perubahan positif,” jelasnya.
Pada akhir, Andri juga memberikan apresiasi dan pesan kuat kepada generasi muda yang akan paling lama merasakan dampak dari keputusan ekologis hari ini. “Kalian bukan sekadar bagian dari masa depan, tetapi kalian sudah mulai membentuknya. Para pemimpin muda yang kita akui hari ini adalah bukti nyata bahwa solusi akar rumput itu ada, dan tindakan lokal adalah fondasi dari agenda internasional yang lebih luas,” pungkasnya.(rin)
