More
    BerandaUncategorizedWaspada Daging Gelonggongan, Masyarakat Diminta Cermat Beli Daging Sapi

    Waspada Daging Gelonggongan, Masyarakat Diminta Cermat Beli Daging Sapi

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya, 12 Agustus 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Masyarakat perlu lebih cermat saat membeli daging sapi di pasar. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah daging gelonggongan, yakni daging dari sapi yang sengaja diberi minum air secara berlebihan sebelum dipotong untuk meningkatkan bobot hidup sementara.

    Selain berpotensi merugikan konsumen, praktik tersebut juga tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan. Koordinator Penelitian dan Pengembangan RPH Surabaya, drh. Bagus Aditya, M.Si., menjelaskan bahwa daging hasil proses gelonggongan memiliki sejumlah ciri yang dapat dikenali secara kasatmata.

    1. Banyak Mengeluarkan Air
    Ciri pertama adalah daging mengeluarkan air lebih banyak dibandingkan daging sapi normal. “Ketika daging dipotong atau ditekan, biasanya akan terlihat cairan yang keluar lebih banyak. Ini berkaitan dengan tingginya kandungan air pada daging,” jelas drh. Bagus.

    Kondisi tersebut juga membuat daging terlihat lebih basah dan tidak memiliki tampilan segar seperti daging sapi dalam kondisi normal.

    2. Tampak Sangat Basah dan Lembek
    Kandungan air yang tinggi juga memengaruhi tekstur daging gelonggongan. Sehingga terlihat lebih basah, lembek, dan berair. “Kalau disentuh, teksturnya cenderung lebih lembek dan terasa sangat basah. Berbeda dengan daging segar yang teksturnya lebih padat,” terang drh. Bagus.

    Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan kondisi permukaan daging sebelum membeli, terutama jika daging terlihat terlalu basah atau terdapat banyak cairan di sekitar daging.

    3. Warna Cenderung Lebih Pucat
    Ciri berikutnya dapat dilihat dari warna daging. Daging gelonggongan dapat terlihat lebih pucat atau keabu-abuan dibandingkan daging sapi segar dengan kondisi normal. 

    “Secara warna, daging gelonggongan cenderung lebih pucat, agak keabu-abuan. Jadi konsumen bisa memperhatikan warna dan membandingkannya dengan daging sapi normal,” kata drh. Bagus.

    4. Menyusut Lebih Banyak Saat Dimasak
    Ciri lainnya dapat terlihat ketika daging diolah. Karena kandungan airnya tinggi, daging dapat mengalami penyusutan lebih banyak selama proses memasak. “Ketika kandungan airnya tinggi, saat dimasak air tersebut akan banyak keluar sehingga daging bisa menyusut lebih banyak,” jelas drh. Bagus.

    Kondisi ini tentu merugikan konsumen karena berat daging yang dibeli tidak sepenuhnya mencerminkan jumlah daging yang diperoleh setelah dimasak.

    Drh. Bagus mengimbau masyarakat tidak hanya melihat harga ketika membeli daging sapi. Kualitas dan asal-usul daging juga perlu menjadi pertimbangan.

    Sebelumnya, RPH Surabaya juga mengingatkan bahwa daging gelonggongan dapat lebih cepat mengalami kerusakan karena kandungan air yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan bakteri. 

    Karena itu, masyarakat disarankan memilih daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) serta membeli dari pedagang atau lapak yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usul dagingnya. Seperti di pasar tradisional dengan lapak yang memiliki tanda Papan Mitra RPH.(ant)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru