Malang 11 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur (Pengprov IPSI Jatim) sukses menggelar “Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat” dengan tagline “Dari Tradisi Menuju Prestasi”. Kegiatan berlangsung selama 2 hari di Hotel Pelangi Kota Malang, Sabtu-Minggu, 11-12 Juli 2026.
Sukses kegiatan ini terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti. Dari awal hingga sesi akhir hari Sabtu (11/7) seluruh peserta yang berjumlah 117 pelatih/juri dari berbagai pengkot/pengkab IPSI serta perguruan pencak silat se Jawa Timur baik lelaki maupun wanita serius dan tekun mengikutinya.
Bahkan dalam sesi tanya jawab banyak peserta bertanya dengan bobot pertanyaan yang berkualitas seperti dikatakan Ketua Panitia Drs. H. Parso Adiyanto MM, MBA. “Saya berharap di hari kedua nanti, Minggu (12/7), peserta masih bersemangat dan tetap antusias. Sebab, di sesi ini (besok, red) program penataran dilakukan dengan langsung melakukan penjurian,” ujar Parso Adiyanto.

Ditambahkan Parso Adiyanto, penataran ini tidak berhenti sampai berakhirnya acara. Namun bakal ada rangkaian kejuaraan yakni Kejurprov Piala Gubernur Jatim yang direncanakan digelar Oktober tahun ini. “Rencananya Unesa Surabaya juga merencanakan menggelar festival pencak silat tradisi. Bahkan di Malang Raya Agustus nanti tepatnya di Kota Batu akan digelar festival,” tambah Parso Adiyanto yang juga menyandang pemateri bersertifikat internasional ini.
Parso Adiyanto menambahkan, sebagian peserta yang ikut merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang sebelumnya pernah mengikuti eksebisi pada Kejuaraan Dunia. Tujuan keikutsertaan mereka tidak lain untuk meningkatkan kualitas agar kemampuannya berstandar nasional hingga internasional. “Itulah goals-nya, kenapa mereka ikut penataran karena memang ingin meningkatkan kualitas diri,” ujar Parso saat diwawancarai Humas Panitia, Arief Sosiawan.
Dipaparkan Parso Adianto, penataran kali pertama ini menghadirkan 4 pemateri berpengalaman, yaitu Ratna Windyastuti dan Drs. H. Parso Adianto berlisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, dan Agus Mardianto yang merupakan seniman sekaligus budayawan.
Dari pantauan di lapangan, keempat pemateri memberikan materi terkait teknik kepelatihan, aturan juri festival, serta nilai-nilai budaya dan seni dalam pencak silat tradisi.

Suasana penataran berlangsung aktif. Selain pemaparan teori, peserta juga praktik langsung di atas matras. Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia sebagai wujud komitmen memajukan pencak silat tradisi Jawa Timur.
Dengan semangat “Beriman, Berilmu, Berakhlak Mulia, Berprestasi”, Pengprov IPSI Jatim berharap para pelatih dan juri yang telah mengikuti penataran ini mampu mencetak atlet berprestasi dan melestarikan nilai tradisi pencak silat.
Sementara Kusmadiono, salah satu peserta, memiliki harapan besar terhadap suksesnya penataran ini. Yakni, ke depan status pelatih dan juri festival sejajar dengan pelatih dan wasit pencak silat prestasi. “Harapannya gelaran festival makin banyak hingga akan sama dengan pencak silat prestasi,” ujar Kusmadiono.
Penataran kali ini diresmikan dan dibuka langsung Ketua Harian Pengprov IPSI Jatim Hoslih Abdullah mewakili Ketua Umum Ir. H. Bambang Haryo Soekartono M.IPol yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Hoslih Abdullah menyampaikan salam dari Ketua Umum. Selain itu, Hoslih Abdullah berharap seluruh peserta mampu menyalurkan ilmu yang didapat untuk pengembangan di daerah masing-masing.
Pun juga, Hoslih Abdullah menyampaikan target IPSI Jawa Timur di ajang PON 2028 sebanyak 4 medali emas. “Di Bulan Oktober, di Jatim ada kejurprov Piala Gubernur yang digunakan untuk salah satu ajang seleksi atlet PON,” ujar Hoslih Abdullah mengakhiri sambutan. (her)
