More
    BerandaOlahragaIRF World Rafting Championships 2025, Indonesia menempati peringkat ke 2

    IRF World Rafting Championships 2025, Indonesia menempati peringkat ke 2

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 10 Desember 2025 | Draft Rakyat Newsroom – Kejuaraan dunia arung jeram IRF World Rafting Championship (WRC) 2025 yang digelar di Sungai Kampar, Perak, Malaysia, 2-6 Desember lalu telah resmi berakhir dengan catatan bersejarah bagi Indonesia. Dalam klasemen akhir, Indonesia menempati peringkat kedua dengan raihan 5 emas, 10 perak, dan 7 perunggu, berada tepat di bawah Republik Ceko yang tampil dominan dengan total 14 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

    Indonesia mendapatkan medali emas di nomor sprint untuk kategori Junior Putra dan Putri, kemudian head to head kategori Junior Putra, nomor slalom kategori Women Putri, dan terakhir dari nomor down river race kategori Junior Putra.

    Di bawah Indonesia, Jepang mengikuti dengan 3 emas, 1 perak, dan 6 perunggu; disusul Kanada (2 emas, 1 perak, 1 perunggu); Selandia Baru (2 emas, 1 perak); Amerika Serikat (2 emas, 3 perunggu); Brasil (1 emas, 3 perak); Inggris Raya (1 emas, 1 perak); Costa Rika (1 emas, 1 perak); dan Norwegia (1 emas, 3 perunggu).

    Wakil Ketua Umum I Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar arung jeram dunia. “Dengan lima emas, Indonesia membuktikan bahwa dominasi medali di World Rafting Championship bukan hanya milik negara-negara Eropa. Bahkan, prediksi President IRF almarhum Raffael Gallo pada WRC 2007 di Korea kini menjadi kenyataan—bahwa suatu hari Indonesia akan menjadi the rising star,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa berkumandangnya lagu Indonesia Raya setiap hari selama kejuaraan merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan di tanah air, termasuk maraknya kompetisi arung jeram di berbagai daerah pasca PON 2024.

    Salah satu kejutan terbesar yang menjadi sejarah bagi tim Indonesia datang dari Tim Open Women yang sukses meraih emas di nomor paling bergengsi. Nomor ini sebelumnya hampir selalu dimenangkan tim-tim Eropa atau Selandia Baru.

    “Sejujurnya, Tim Open Women berangkat tanpa target karena kami sadar betapa beratnya bersaing di kategori ini. Tapi para atlet membuktikan kapasitas terbaiknya,” kata perwakilan Amalia.

    Prestasi putra pun dinilainya tak kalah mencolok. Di mana Tim Junior Men tampil luar biasa dengan torehan 3 emas dan 1 perak. Dominasinya menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia di level junior kian menjanjikan dan menjadi fondasi penting bagi masa depan cabang olahraga arung jeram nasional.

    Sayangnya, di balik rangkaian prestasi ini, ada satu catatan yang jadi perhatian. Karena hingga kini, arung jeram belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di PON 2028. PB FAJI berharap keberhasilan besar di WRC 2025 dapat menjadi pertimbangan agar arung jeram mendapatkan tempat yang semestinya di multievent nasional tersebut.

    Kejuaraan ini menjadi program kerja terakhir pengurus PB FAJI di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Mar (Purn) Saud F. Tambatua. Pengurus PB FAJI periode 2019–2025 masih memiliki satu agenda penting, yaitu Musyawarah Nasional (Munas) yang berisi laporan pertanggungjawaban akhir masa bakti serta pemilihan Ketua Umum PB FAJI untuk periode 2025–2030.

    “Munas tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember, namun dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi akibat bencana alam banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pelaksanaannya diundur menjadi 4–5 Januari 2026 hingga situasi di daerah kembali kondusif,” kata Ketua Panitia Munas PB FAJI, Andri Sofyan. (her)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru