Lumajang 1 Juli 2026 | Draft Rakyat Newsroom – – Pesantren Al Fatah yang beralamat di Jalan Lamongan 35, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui berbagai unit usaha produktif yang berkembang secara berkelanjutan. Selain menjadi lembaga pendidikan dan dakwah, pesantren ini juga aktif mengembangkan sektor ekonomi yang melibatkan pengurus maupun santri dalam berbagai aktivitas usaha. Dari sejumlah unit usaha yang dijalankan, peternakan ayam KUB menjadi daya tarik utama karena telah berkembang hingga memiliki lebih dari 300 ekor ayam dan terus menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan pada masa mendatang.
Pengembangan unit usaha di Pesantren Al Fatah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian pesantren sekaligus memberikan pembelajaran kewirausahaan kepada para santri secara langsung dan berkesinambungan. Melalui kegiatan usaha yang dijalankan secara berkelanjutan, para santri tidak hanya memperoleh pendidikan keagamaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola usaha produktif yang bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi salah satu bentuk implementasi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar serta meningkatkan kesejahteraan bersama.
Pada tahun 2026, Pesantren Al Fatah resmi bergabung sebagai bagian dari Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur untuk memperluas pengembangan usahanya. Keikutsertaan dalam program ini menjadi momentum bagi pesantren untuk semakin mengembangkan potensi usaha yang dimiliki dengan lebih terarah dan profesional. Melalui pendampingan dan penguatan kapasitas yang diberikan OPOP Jatim, pesantren diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk yang dihasilkan ke berbagai wilayah.
Saat ini, Pesantren Al Fatah memiliki tiga unit usaha utama yang terdiri dari koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik yang terus berkembang. Koperasi konsumsi berperan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari santri dan masyarakat sekitar, sementara budidaya selada hidroponik menjadi salah satu upaya pesantren dalam mengembangkan sektor pertanian modern yang produktif. Namun demikian, peternakan ayam KUB menjadi unit usaha yang paling diunggulkan karena memiliki perkembangan yang signifikan dengan jumlah ternak yang telah mencapai lebih dari 300 ekor. Potensi pasar yang luas serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk peternakan menjadi alasan mengapa sektor ini terus dikembangkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi pesantren yang menjanjikan.
Pengurus Pesantren Al Fatah, Gus Fuad Latif, berharap kehadiran OPOP Jawa Timur dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha yang dijalankan pesantren dalam jangka panjang. “Kami berharap melalui Program OPOP Jawa Timur, usaha-usaha yang kami kembangkan dapat semakin maju, baik dari sisi manajemen, produksi, maupun pemasarannya. Kami juga ingin para santri memiliki bekal keterampilan kewirausahaan yang kuat sehingga mampu menjadi generasi yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya.
Harapan tersebut mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin. Menurutnya, Pesantren Al Fatah merupakan salah satu contoh pesantren yang mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui pengelolaan usaha yang terarah, konsisten, dan berkelanjutan. “Peternakan ayam KUB yang telah berkembang hingga lebih dari 300 ekor menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap Pesantren Al Fatah terus meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi santri, pesantren, maupun masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui pengembangan koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik, Pesantren Al Fatah terus membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berdampak nyata. Dengan semangat kemandirian yang terus dijaga, pesantren ini optimistis dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau mendapatkan produk dari unit usaha Pesantren Al Fatah dapat langsung berkunjung ke Jalan Lamongan 35, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, atau menghubungi nomor 082335770101 untuk informasi dan pemesanan lebih lanjut.(red)
