Surabaya 7 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kiprah nyata di dunia industri. Ismi Muhammad Habib Pahlawi, salah satu lulusan FPK kini dipercaya menjabat sebagai Manager Sales Area Jawa – Bali di PT Haida Agriculture Indonesia, perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi pakan ternak dan akuatik, meliputi komoditas ikan, udang, hingga unggas (poultry).
Perjalanan Karier di Industri
Dalam perannya, ia bertanggung jawab mengelola pemasaran dan pengembangan wilayah di sepuluh daerah, termasuk Banyuwangi, berbagai wilayah Jawa Timur, serta Bali. Selama sembilan tahun berkarier di perusahaan tersebut, Habib berhasil membangun tim solid yang terdiri dari tujuh orang untuk mendukung operasional perusahaan di wilayah kerjanya.
Perjalanan karirnya tidak lepas dari pengalaman selama masa kuliah. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika ia dipercaya menjadi asisten dosen. “Menjadi asisten dosen memberi saya kesempatan belajar bekerja dalam tim, memahami tanggung jawab, serta melatih komunikasi. Hal ini sangat bermanfaat dengan dunia kerja yang saya jalani sekarang,” ungkapnya.
Kunci Bertahan dan Berkembang di Dunia Kerja
Tidak hanya berkarier di perusahaan, ia bersama sang istri yang juga merupakan lulusan FPK UNAIR, turut mengembangkan usaha di bidang frozen food sejak tahun 2019. Bisnis tersebut berfokus pada komoditas udang beku, tuna, dan fillet ikan. Habib mengungkapkan bahwa keberhasilan berkarier tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang.
“Selama bertahun tahun di bidang industri, saya belajar mengenai satu hal bahwa hasil besar memerlukan proses yang panjang. Proses tersebut menuntut kemampuan beradaptasi, kemauan untuk terus belajar, serta kedisiplinan yang tinggi. Ketiga hal tersebut menjadi kunci utama suatu keberhasilan,” jelasnya.
Pesan Untuk Mahasiswa
Sebagai alumni, Habib juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba berbagai peluang di dunia perikanan. Menurutnya, lulusan perikanan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan berbasis sumber daya perikanan.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan melihat sesuatu hanya dari sisi struggle-nya, karena tidak ada hal yang benar-benar mudah. Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, mahasiswa perikanan harus bisa membantu swadaya pangan perikanan,” pesannya. Ia menambahkan bahwa ada tiga hal penting yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja maupun wirausaha, yaitu modal, karakter, dan mental. Ketiganya menjadi pondasi penting untuk menghadapi tantangan industri yang dinamis dan kompetitif.(naf)
