Surabaya 8 Juni 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Aula Garuda Mukti Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi saksi berkumpulnya ratusan talenta sains terbaik dalam Opening Ceremony babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) pada Senin (8/6/2026). Melalui ajang ini, para finalis akan beradu keilmuan setelah berhasil lolos dari fase penyaringan ketat di tingkat wilayah pada Mei lalu.
Junjung Tinggi Nilai Integritas
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek, Dr Beny Bandanadjaja ST MT, menyampaikan apresiasi mendalam kepada UNAIR. Lantaran telah memfasilitasi pelaksanaan babak final ONMIPA tahun ini. Ia menegaskan bahwa ajang ONMIPA kini semakin krusial dalam memperkuat daya saing bangsa melalui pilar sains, teknologi, dan inovasi di tengah tantangan zaman.
“Saat ini, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan. Tetapi juga menjadi pusat pembangunan ilmu pengetahuan, riset inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan sportivitas tinggi kepada seluruh talenta muda selama berkompetisi di ajang ini. “Prestasi yang diraih dengan kejujuran pastilah lebih bermakna daripada kemenangan yang diprogram dengan cara yang tidak semestinya,” tegas Dr Beny.
Selain itu, ia berharap momen ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk saling membangun jejaring riset nasional. Menurutnya, ini merupakan awal bagi kolaborasi yang lebih bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang. “Kami berharap selama berada di Surabaya, dari mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperluas jejaring dengan sesama mahasiswa,” pungkasnya.
Prestasi Individu dan Dampak Institusi
Ajang bergengsi ini sukses menyaring 260 finalis terbaik dari total 3.712 peserta yang berasal dari 1.168 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Proses penyaringan ketat tersebut sebelumnya telah dilakukan di tingkat wilayah pada akhir Mei lalu untuk menjaring talenta sains paling potensial.
Selain mendongkrak reputasi personal, raihan prestasi di tingkat nasional ini juga diproyeksikan menjadi batu loncatan karier akademik dan membuka peluang emas bagi para juara untuk bersaing di kancah internasional.
“Khusus untuk bidang matematika itu pemenangnya akan di seleksi ulang dipilih untuk menjadi perwakilan Indonesia di International Mathematics Competition yang secara rutin dilaksanakan di Bulgaria,” ungkap Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Dit Belmawa Kemendiktisaintek, Yulita Priyoningsih MAP yang juga hadir dalam pembukaan ONMIPA.
Tidak hanya berdampak secara individu, capaian para finalis ini juga otomatis mendongkrak penilaian institusi asal mereka di tingkat nasional dalam hal Indikator Kinerja Utama (IKU). “Dari level finalis sampai nanti jadi juara akan memiliki skor yang bervariasi. Tapi ketika mahasiswa itu sudah menjadi finalis dan mewakili kampusnya, maka otomatis sudah memberikan skor untuk intervensi itu di level tiga indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi,” tambanhnya.(rin)
