More
    BerandaEkonomiAPRDI Gandeng OJK dan BEI Roadshow Dorong Literasi Reksa Dana di Lima...

    APRDI Gandeng OJK dan BEI Roadshow Dorong Literasi Reksa Dana di Lima Kota

    Penulis

    Tanggal

    Kategori

    Surabaya 8 April 2026 | Draft Rakyat Newsroom – Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) 2026 di Surabaya pada Selasa (07/04/2026) sebagai langkah awal menuju Pekan Reksa Dana 2026. Program ini menjadi bagian dari kampanye nasional #ReksaDanaAja sekaligus momentum pengenalan program PINTAR Reksa Dana.

    Pelaksanaan SOSEDU di Kota Surabaya di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur serta menjangkau sejumlah perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Perguruan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Kristen Petra, Universitas Airlangga, dan STIESIA Surabaya.

    Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan, APRDI dijadwalkan akan menggelar seremoni peluncuran resmi program PINTAR Reksa Dana bersamaan dengan kampanye #ReksaDanaAja pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari acara Pekan Reksa Dana 2026 yang akan mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat secara luas.

    Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menegaskan pentingnya literasi dalam memilih instrumen investasi, khususnya reksa dana. Menurutnya, pemahaman terhadap risiko dan mekanisme produk menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya tergiur imbal hasil.

    “Sebagai individu maupun wartawan, penting untuk memahami karakteristik produk, termasuk risiko dan mekanismenya. Dengan pemahaman yang baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan lebih objektif dan edukatif,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik yang tepat terkait investasi, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu akurat.

    Menurut data OJK, kinerja industri reksa dana di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,96 triliun atau tumbuh 54,60 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, jumlah investor reksa dana ritel tercatat sekitar 141.861 Single Investor Identification (SID), meningkat 13,52 persen (YoY).

    Dalam kesempatan tersebut, diperkenalkan pula program PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana). Program ini dirancang untuk mendorong kebiasaan berinvestasi secara rutin dan disiplin di berbagai segmen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

    Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana, menyampaikan bahwa kampanye #ReksaDanaAja menjadi wujud komitmen industri dalam memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk investasi. Ia menambahkan, rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 juga akan menghadirkan kelas edukasi khusus bagi jurnalis dan mahasiswa di sejumlah kota besar.

    “Melalui sinergi antara asosiasi, OJK, dan Self Regulatory Organization, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan reksa dana sebagai instrumen investasi yang terjangkau dan terdiversifikasi,” ujarnya.

    Setelah Surabaya, kegiatan edukasi ini akan berlanjut ke berbagai kota besar lain di Indonesia. Roadshow dijadwalkan singgah di Semarang pada 9 April, Medan 14 April, Makassar 16 April, dan ditutup di Bandung pada 20 April 2026.

    Sementara Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional M.Maulana menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan.

    Hal ini untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat diperkenalkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana atau PINTAR Reksa Dana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.

    Menurutnya rogram tersebut akan di-launching pada 27 April 2026. Untuk mendorong industri Reksa Dana dan pengelolaan investasi kedepannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri Reksa Dana dan Pasar Modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK.(myo)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini
    Captcha verification failed!
    Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

    Artikel Terbaru